Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Enam Pelaku Tawuran di Kota Bogor Diringkus, Salah Satunya Pelaku Pembacokan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah

Dede Supriadi • Minggu, 12 Mei 2024 | 15:19 WIB
ILUSTRASI: Kapoltesta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menunjukkan barang bukti penangkapan pemuda yang akan tawuran.
ILUSTRASI: Kapoltesta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menunjukkan barang bukti penangkapan pemuda yang akan tawuran.

RADAR BOGOR, Polresta Bogor Kota, menangkap enam pelaku tawuran yang terjadi di Gang Aut, Kecamatan Tengah, Kota Bogor.

Satu dari enam yang ditangkap merupakan pelaku pembacokan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bogor Raya.

Di mana, dua orang Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bogor Raya bernama Andika dan Ikhsan diduga menjadi korban penyerangan kelompok gangster.

Pembacokan diketahui terjadi di Simpang Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Sabtu (11/5/2024) dini hari.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso mengatakan, para pelaku diamankan sekira pukul 01.30 WIB dini hari tadi.

Dari tangan mereka turut disita barang bukti senjata tajam (sajam). "Para pelaku berjumlah 6 orang dan barang bukti sejumlah 3 bilah sajam jenis celurit, dan pedang tiba di Mako Polresta Bogor Kota," kata Kombes Bismo Teguh Prakoso.

Menurut dia, setelah sampai di Mako Polresta Bogor Kota selanjutnya diserahkan kepada piket Reskrim.

Adapun, dari enam orang yang ditangkap, terdapat yang menguasai sajam jenis celurit dan pedang yang saat ini di serahkan ke Sat Reskrim.

Dalam kejadian ini, dilaporkan terdapat satu orang mengalami luka bacokan senjata tajam bagian punggung diduga menjadi korban salah sasaran. Pelaku pun sudah berhasil diringkus oleh polisi.

"Pelaku yang menyebabkan korban luka sudah kami tangkap, saya juga nanti bantu pengobatan korban. Nanti lebih jelasnya pas press release," jelasnya.

Saat diperiksa tes urin oleh petugas, para pelaku yang ditangkap ini positif mengkonsumsi Narkoba.

"Terdapat urin positif metaphetamin narkoba sabu-sabu, (di serahkan ke Sat Narkoba," tandas Kombes Bismo Teguh Prakoso.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Luthfi Olot Gigantara mengaku saat ini sudah berkomunikasi dengan IMM Bogor Raya.

"Kita cek korban dulu, karena infonya sudah kembali ke rumahnya," tandas Kompol Luthfi Olot Gigantara.

Sebelumnya, dua orang Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bogor Raya bernama Andika dan Ikhsan diduga menjadi korban penyerangan kelompok gangster.

Penyerangan diketahui terjadi di Simpang Empang, Kecamatan Bogor Selatan pada Sabtu (11/5/2024) dini hari.

Rekan korban, Amri menerangkan, kejadian berlangsung ketika kedua korban tengah berboncengan menggunakan sepeda motor dalam perjalanan pulang ke rumah dari Alun-alun Kota Bogor.

"Sekira jam 2 pagi mereka pulang lewat Jalan Empang. Di simpang lampu merah ada segerombolan orang datang dengan naik motor dari arah belakang. Tiba-tiba mereka menghampiri dan membacok teman saya (Andika) menggunakan senjata tajam," tutur Amri kepada Raddar Bogor.

Tak hanya membacok korban, para pelaku juga merampas handphone milik Andika dan Ikhsan. Setelah itu mereka kembali menaiki motor dan melarikan diri.

Karena mengalami luka di bagian punggung Andika kemudian diantar Iksan menuju Rumah Sakit. Andika akhirnya mendapat perawatan di RS Medika Dramaga pada pukul 02.30 WIB.

"Korban sudah ditangani oleh pihak RS. Dia mendapat 26 jaitan. Pukul 7 pagi tadi sudah pulang ke rumahnya di Cibeber Satu, Leuwiliang, Kabupaten Bogor," terang Amri.

Ia amat menyayangkan kejadian tersebut. Amri berharap ada tindakan tegas dari pihak Polresta Bogor Kota kepada para pelaku. Dirinya ingin para pelaku ditahan dan tidak ada keputusan damai.

"Supaya ada efek jera dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan menimpa masyarakat. Semoga dari pihak kepolisian bisa membasmi aksi gangster seperti ini," tegasnya. (ded)

Editor : Alpin.
#kota bogor #polresta bogor kota #pembacokan #tawuran