RADAR BOGOR - Keberangkatan jamaah haji asal Kabupaten Bogor Bogor menyisakan banyak tangisan.
Bukan tangisan yang dikeluarkan para jamaah haji asal Kabupaten Bogor, namun karena bahagia.
Bagaimana tidak, banyak jamaah haji asal Kabupaten Bogor, harus menunggu bertahun-tahun untuk berangkat.
Mereka mayoritas mendaftar pada 2010-2012 akhir kemudian berangkat di 2024 ini.
Ini belum ditambah dengan waktu yang dihabiskan untuk mengumpulkan uang untuk mendaftarkan diri sebagai jamaah haji.
Beberapa diantaranya harus menabung bahkan sampai belasan tahun.
Salah satunya dialami oleh Nurokhman, pria asal Mekarwangi ini mengaku mendaftar pada 2013 lalu.
Ia begitu antusias saat mendengar kabar akan masuk rombongan haji yang berangkat tahun ini.
"Saya cukup lama menunggu akhirnya bisa berangkat tahun ini," katanya di acara pelepasan jamaah haji di Cibinong, Minggu (12/5/2024).
Ia berangkat tak sendirian ke tanah suci.
Ia bersama 3 orang keluarganya yaitu istri dan dua adiknya.
"Saya keseharian usaha kecil-kecilan namun selalu di sisihkan untuk menabung," ungkapnya.
Menurutnya, tabungan haji yang dia pakai ini butuh waktu lama.
Sambil mengingat kembali, ia menyebut butuh waktu 10 tahun agar bisa terkumpul uang untuk ibadah haji.
"Cukup lama saya kumpulkan, butuh 10 tahun lah baru bisa cukup," ujarnya.
Sementara itu, tangis bahagia juga terpancar dari Yunarsih.
Sambil memegang pagar yang membatasi dirinya, dan rombongan haji tatapannya tak lepas dari suami dan anaknya yang akan pergi.
"Yang berangkat itu suami saya, dan anak tertua saya," ujarnya.
Saat mendapatkan kesempatan untuk mendekati mobil rombongan.
Ia bersama anaknya langsung berlari menghampiri mobil yang digunakan suaminya.
Senyuman keduanya tampak begitu bahagia. Sambil melambaikan tangan mereka saling menguatkan.
"Daftar dari 2013 dan Alhamdulillah berangkat tahun ini," sebutnya.
Suami Yunarsih bernama Ali Fitri dan anaknya bernama Alintan. Keduanya dapat berangkat ke tanah suci atas kerja keras dari Alintan.
Yunarsih sendiri sangat senang anaknya mampu memberikan salah satu impian umat muslim kepada suaminya.
Ia berharap kedepannya ia bisa ikut menyusul untuk melaksanakan ibadah haji.
"Saya senang sekali, bismillah saja semoga mereka tetap selamat dan sehat selalu," harapnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga