RADAR BOGOR - Warga Pura Bojonggede, Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, punya cara sendiri untuk memastikan warganya tidak ada yang kelaparan.
Di sana berjalan program beras subsidi silang. Program ini mampu mensubsidi warga Pura Bojonggede yang kurang mampu. Beras yang digunakan adalah beras Bulog.
Gerakan subsidi silang beras ini dilakukan oleh Atiek Yulis, warga Pura Bojonggede. Ia bersama dengan ketua RT setempat memastikan warganya tak ada yang tidak makan.
"Awalnya ini dari hari beras naik, kami lakukan subsidi ini, jual harga beras dengan murah. Dari sini kami bisa mendata dan mencatat warga kami yang tidak mampu beli beras, jadilah subsidi silang," kata Atiek yulis, kepada Radar Bogor Senin (13/5/2024).
Kata dia, beras dibeli dan diambil dari Bulog Dramaga. Sekali mengambil bisa sampai 2 ton. Beras itu dijual kepada warga.
Bagi warga yang mampu, beras dijual dengan harga eceran tertinggi. Bagi warga yang kurang mampu golongan menengah dijual Rp 25 ribu per 5 kilogram. "Yang benar-benar tidak mampu untuk membeli beras, kami gratiskan," tuturnya.
Tidak hanya itu, warga yang kurang mampu pun bisa mencicil untuk membeli beras tersebut. Kata Atiek, setiap RT menyiapkan dana talangan dari kas RT untuk membeli beras dari Bulog. Kemudian warga yang kurang mampu, bisa mencicil membayar beras tersebut.
"Sehingga tidak ada warga yang kelaparan karena gak punya beras," tutur wanita yang menjabat sebagai ketua MPB (markas Pejuang Bogor) itu.
Sementara, Pengurus RT 03/21, Pura Bojonggede, Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Rozi Kurnia memaparkan, dengan program ini dirinya mengetahui warga yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Dengan program ini, mereka terdata dan mendapatkan bantuan beras subdisi silang. "Ini bagian dari wujud gotong royong, warga yang memiliki kelebihan harta, membantu warga yang kurang mampu," tukasnya.
Seperti diketahui, video anak kelaparan di Bojonggede, Kabupaten Bogor viral di media sosial. Dalam video tersebut sang anak merengek kelaparan meminta makan, namun sang ibu yang berada digaris kemiskinan malah memarahi anaknya. (all)
Editor : Yosep Awaludin