RADAR BOGOR, Pihak pondok pesantren (Ponpes) Modern Sahid, Kabupaten Bogor, mengakui adanya kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan santri senior terhadap juniornya.
Pimpinan Pondok Pesantren Modern Sahid, Ustaz Luqman Kasno mengatakan, kasus penganiayaan tersebut sebelumnya sudah dilakukan mediasi oleh pihak pondok pesantren.
"Sejak awal kejadian, sudah dilakukan mediasi. Hanya, masing-masing baru bisa melakukan pertemuan pada hari Ahad (12/05/2024). Sementara walisantri korban sudah melaporkan kasus ini ke polisi," katanya kepada Radar Bogor, Selasa (14/5/2024).
Sebelumnya, kasus kekerasan di Pondok Pesantren Modern Sahid, dialami salah satu santri kelas 10. Penganiayaan santre Ponpes Modern yang ada di kaki Gunung Salak itu diduga dilakukan seniornya.
"Anak saya jadi korban penganiayaan seniornya," kata ibu korban, Diah Rachmawati Wulandari kepada Radar Bogor, Senin (13/5/2024).
Dia memaparkan, peristiwa penganiayaan yang menimpa anaknya itu terjadi pada Selasa malam (7/5/2024). Saat itu, anaknya dipanggil untuk datang ke asrama seniornya.
Di sana, korban dianiaya secara membabi buta. "Saya dapat kabar itu dari murobi, atau pengasuhnya. Anak saya diinfus karena habis mendapatkan penganiayaan," paparnya.
Diah mengatakan, kasus penganiayaan itu sudah dilaporkan ke Polsek Cibungbulang. "Sudah divisum dan buat laporan ke Polsek Cibungbulang," paparnya.
Sementara itu Kapolsek Cibungbulang, Zulkernaidi memaparkan, kasus penganiayaan di lingkungan pondok pesantren tersebut sedang dalam penyelidikan.
"Masih penyelidikan pendalaman serta pengembangan pihak kepolisian Polsek Cibungbulang," tukasnya.(all)
Editor : Alpin.