RADAR BOGOR - Belantara Foundation menyelenggarakan kegiatan pelatihan lingkungan dalam program Belantara Learning Series Episode 10 (BLS Eps.10), pada Selasa (14/5/2024).
Adapun, Webinar Nasional Belantara Learning Series Eps. 10 berlangsung di Auditorium Lantai 3 Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor.
Direktur Eksekutif Yayasan Belantara Dolly Priatna mengatakan, webinar Nasional Belantara Foundation, Belantara Learning Series bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi.
Antara lain Universitas Pakuan, Universitas Riau, Universitas Andalas, Universitas Tanjungpura, Universitas Syiah Kuala dan Universitas Nusa Bangsa serta IUCN Indonesia Species Specialist Group.
Di mana, BLS Eps.10 mengangkat tema Peran Multipihak dalam Pelestarian Biodiversitas Indonesia.
BLS merupakan program peningkatan kapasitas yang diinisiasi oleh Belantara Foundation berkolaborasi dengan berbagai institusi pemerintahan.
BLS diperuntukkan untuk mahasiswa, praktisi, perusahaan, peneliti tahap awal, jurnalis serta staf pengelolaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.
"Program BLS ini mendukung upaya perlindungan dan restorasi hutan, penelitian, pemberdayaan masyarakat, dan juga aksi iklim," kata Dolly Priatna.
Pelatihan lingkungan ini dinilai spesial, lantaran merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Biodiversitas kini dan nanti yang menampilkan pojok edukasi.
Juga poster hasil penelitian mahasiswa dari 6 universitas.
"Kegiatan ini intinya untuk memeriahkan Word Spesies Kongres IUCN yang dilakukan setiap empat tahun sekali, dan berlangsung pada 15 Mei 2024," ucapnya.
Kegiatan terkait lingkungan ini akan berlangsung selama sepekan, dengan beragam kegiatan termasuk terkait Pelestarian Biodiversitas.
"Selain itu kegiatan ini untuk memperingati Hari Keaneka Ragaman Hayati Internasional yang jatuh pada 22 Mei 2024," kata Dolly Priatna.
Adapun, kegiatan webinar dari Sabang Sampai Meraoke ini diikuti ebih dari 700 peserta.
"Peningkatan kapasitas terkait lingkungan ini untuk mengajak semua pihak berperan serta mengajak di dalam upaya pelestarian Biodiversitas.
"Kalau kita lihat kondisi keanekaragaman hayati dunia di mana-mana mengkhawatirkan dengan adanya pembangunan, peningkatan populasi manusia, yang butuh lahan," tandas Dolly Priatna.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga