RADAR BOGOR, Pondok pesantren (Ponpes) Modern Sahid, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, nampak megah. Dari kejauhan, bangunan-bangunan ponpes modern itu terlihat menjulang tinggi.
Kubah-kubah Ponpes Modern Sahid terlihat mentereng. Di pintu masuk pun demikian. Gerbang megah menyambut siap saja yang datang ke lokasi pencetak genarasi masa depan tersebut.
Gerbang masuk Ponpes Modern Sahid itu berwarna putih, dan ada kubah warna emas di atasnya. Gerbang itu memiliki empat pintu. Dua pintu berkuran 1,5 meter dengan tinggi 2 meter.
Letaknya di sebelah kanan dan kiri gerbang. Di tengahnya ada dua gerbang khusus keluar masuk mobil. Di depan gerbang itu terdapat taman.
Ada beragam tanaman hias tertata rapih di sana. Namun dibalik kemegahan Ponpes Modern Sahid itu terselip kisah pilu.
Belum lama ini, seorang santri menjadi korban penganiayaan. Di dalam pondok pesantren itu terjadi kasus dugaan penganiayaan brutal oleh santri senior terhadap juniornya.
Korban berinisial K mengalami luka parah akibat dianiaya seniornya. Ada pendarahan di kepalanya akibat dibenturkan ke meja dan tembok asrama.
"Dicekik, dipukul, dibenturkan ke tembok. Anak saya sampai saat ini masih alami trauma dan masih ada pendarahan di kepala," kata orang tua korban, Dian Rachmawati Wulandari, kepada Radar Bogor.
Kasus dugaan penganiayaan brutal di Ponpes Modern Sahid itu sudah dilaporkan ke Polsek Cibungbulang, Polres Bogor.
"Sudah dilaporkan, kemarin kami dipanggil ke Polsek Cibungbulang dimintai keterangan," tuturnya.
Radar Bogor mencoba masuk dalam Ponpes Modern Sahid pada Rabu siang (15/5/2024). Melihat langsung lokasi penganiayaan brutal santri di pondok pesantren itu.
Namun sayang tidak dapat ijin dari pihak pondok pesantren. Mereka beralasan, kasus penganiayaan santri itu sedang dalam penanganan polisi.
"Bukan melarang, tapi menahan, karena ini masih proses mediasi di Polsek Cibungbulang," kata Pimpinan Pondok Pesantren Modern Sahid, Ustaz Luqman Kasno kepada Radar Bogor, Rabu (15/5/2024) siang.
Korban Penganiayaan Santri Senior Ada Enam Orang
Ada fakta terbaru kasus dugaan penganiayaan santri oleh seniornya di Ponpes Modern Sahid. Korban tidak hanya satu orang, namun ada enam orang.
Hal itu diamini pihak pondok pesantren Modern Sahid. Mereka mengakui ada enam santri yang menjadi korban penganiayaan santri senior.
"Ada enam, yang empat sudah kami mediasi, sudah islah. Yang lapor ke polisi ada satu orang," kata Pimpinan Ponpes Modern Sahid, Ustaz Luqman Kasno kepada Radar Bogor.(all)
Editor : Alpin.