RADAR BOGOR - Fakta baru terkait pemgungkapan rumah pembuatan narkotika di Citeureup Bogor diungkap warga sekitar.
Menurut salah satu warga bernama Otong, penghuni rumah pembuatan narkotika di Citeureup Bogor itu sering bersosialisasi.
Warga pun, kata dia, beberapa kali pernah mengunjungi rumah pembuatan narkotika di Citeureup Bogor itu.
Lokasi rumah tersebut, berada di Kampung legok Ratih RT 02/03 Desa Tajur Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
"Gak percaya awalnya," ungkap Otong ketika ditemui Radar Bogor, Sabtu (18/5).
Namun setelah pukul 00.00 WIB, sudah ramai polisi dilokasi tersebut beserta beberapa mobil.
"Mau curiga gimana, orang dia juga sering kesini, kita juga sering kesana ke dalam, tapi tidak keliatan ada obat," ungkapnya.
Menurut Otong , sejak awal bangunan tersebut digunakan sebagai bengkel dan informasi ke RT setempat juga sama.
"Tapi gak ada yang namanya keliatan obat, tetap aja bengkel semua, berantakan, alat-alat mesin semua, oli juga," cetusnya.
Selain itu, pengakuan penghuni rumah itu mesin bakso.
Karena semua warga juga tidak pernah mendengar suara mesin, hanya sesekali saja itupun jarang sekali.
"Tidak ada yang tahu kalau itu pembuatan obat terlarang, karena tahunya pas diberitahu polisi," jelasnya.
"Setelah itu baru percaya," pungkasnya.
Meskipun tidak curiga, namun warga sempat melihat perbedaan pengeluaran jajan setiap harinya yang sering overload.
"Uang jajannya over load, saya kan tanya gajinya cuma Rp150 ribu perhari, tapi jajan bisa lebih dari Rp 300ribu," jelasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga