RADAR BOGOR - Benyamin Soekarna (94) merupakan calon jemaah haji tertua dari Kota Bogor yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.
Disiplin menjaga pola hidup dan pola asupan menjadi kunci panjangnya usia Benyamin. Jemaah haji yang juga Mantan Ajudan Presiden Soekarno dan Soeharto itu, tak pernah minum kopi, teh, dan merokok.
Ya, rasa syukur tak hentinya keluar dari mulut Benyamin Soekarna (94). Ia akhirnya berhasil menjadi jemaah haji dan mewujudkan mimpinya beribadah haji bersama istri tercinta, Siti Aminah (74).
Kedua pasangan lansia itu akhirnya berangkat haji bersama kloter 20 dari Kota Bogor pada Senin (20/5/2024).
Benyamin bercerita, pada 1997 ia sudah sempat beribadah haji. Namun kala itu dirinya hanya berangkat sendirian.
Di tanah suci, ia berdoa agar diberi kesempatan kembali oleh Tuhan untuk kembali ibadah haji namun bersama sang istri.
"Untuk haji yang kedua ini saya sudah nabung dari 11 tahun lalu. Sebetulnya saya bisa berangkat kapan saja, cuma saya tidak mau kalau tidak dengan istri. Supaya bisa bareng-bareng. Alhamdulillah akhirnya tahun ini terwujud bersamaan hari ini saya ulang tahun yang ke-94," tuturnya kepada Radar Bogor.
Pria kelahiran 20 Mei 1930 itu menjadi calon jemaah haji tertua dari Kota Bogor. Meski begitu, fisik Benyamin tak seperti usianya.
Tubuh dia masih sangat fit dan mumpuni, bahkan tampaknya lebih kuat dari calon jemaah haji lain yang di bawah usianya.
Kaki benyamin masih bisa berjalan dengan gagah tanpa bantuan tongkat atau bahkan kursi roda. Matanya masih bisa membaca meski tanpa kaca mata.
Telinganya dapat mendengar dengan jelas. Begitu pula dengan mulut yang masih dapat bicaranya dengan sangat lancar dan lugas.
Benyamin memang sangat disiplin menjaga pola hidupnya. Ia amat menyortir asupan yang masuk ke dalam tubuh. Dia tak pernah mengonsumsi makanan berpengawet dan minuman selain air putih.
"Dari kecil saya tidak pernah merokok dan minum kopi atau teh. Kalau minum selalu air putih dingin. Bukan air mineral tapi air sumur yang direbus lalu dimasukkan ke kulkas. Jam berapapun saya selalu minum air dingin," terangnya.
Ayah dari 8 anak dan kakek 16 cucu ini juga rutin berolahraga. Ia amat senang berjalan kaki dan senam. Kebiasaan itu sudah ia lakukan sejak muda.
Bahkan kala itu dirinya menggeluti banyak olahraga seperti sepak bola, kasti, voli, berenang, hingga mendaki gunung.
Hal itu membuatnya jarang jatuh sakit. Benyamin bahkan mengaku tidak pernah berobat dan mengonsumsi obat kimia.
Di samping disiplinnya ia menjaga pola hidup dan pola makan, Benyamin juga rutin bangun dan mandi pagi.
Ia biasa bangun pukul 2-4 pagi lalu mandi. Setelah itu dirinya menunaikan salat sunnah dan membaca Alquran.
"Saya panjang umur sampai sekarang karena biasa mandi jam 2 pagi. Sebelum mandi saya salam dulu pada air. Lalu membersihkan mata sebelah kanan dan kiri sebanyak 3 kali sembari membaca selawat nabi. Saya juga selalu membaca Alquran setiap pagi dan sore makanya sampai sekarang mata saya sehat tanpa perlu kaca mata," ungkap dia.
Pensiunan pertamina itu ternyata sempat menjadi ajudan Presiden Soekarno dan Soeharto di usia mudanya.
Selepas menuntaskan sekolahnya, ia diminta untuk diperbantukan ke Istana Bogor melayani kebutuhan Presiden Soekarno. Tak lama, ia diangkat jadi ajudan dan diberi pangkat Letnan.
Benyamin menjadi ajudan Soekarno selama 3 tahun. Dirinya kemudian bekerja di perusahaan Pertamina dan sempat diperbantukan ke perusahaan asing di Jepang dan Perancis.
Beberapa tahun berikutnya, Benyamin kembali dipanggil Istana untuk menjadi Ajudan Presiden Soeharto.
Ia berpesan kepada anak-anak muda untuk senantiasa menjaga pikiran. Menurutnya pikiran yang baik ialah pikiran yang tidak dipenuhi hal-hal negatif.
"Pikiran pastinya banyak dan tidak terhitung. Tapi yang negatif dibuang, lebih baik diisi dengan berzikir, bertasbih, dan bersalawat," pesannya. (fat)
Editor : Yosep Awaludin