RADAR BOGOR - Deretan rumah megah menyambut. Rumah-rumah itu mayoritas bertingkat. Bangunannya terlihat kokoh. Di depannya terparkir mobil. Dari jenis sedan hingga SUV.
Tidak sedikit pula rumah megah dengan gerbang tinggi menjulang. Ada pula yang memiliki taman di depannya.
Deretan rumah mewah itu berada di Kampung Ciguha. Kampung diatas Urat emas.
Lokasi di Gunung Pongkor. Masuk dalam administrasi Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Hingga saat ini, untuk ke sana, hanya ada satu jalan. Melintasi objek vital nasional Antam Pongkor.
Untuk masuk ke kampung Ciguha, tak Seperti kampung lainya di Kabupaten Bogor. Ketat.
Tak semua orang bisa sembarang masuk ke kampung itu. Pun dengan Wartawan Radar Bogor.
Beruntung, pada Senin (20/5/2024) ada kunjungan dari inohong setempat.
Meresmikan tower BTS. Radar Bogor ikut rombongan. Masuk ke dalam.
Perjalanan dari gerbang masuk Antam Pongkor, sekitar 30 menit. Untuk ke sana tidak bisa mengunakan motor. Mengunakan mobil.
Menuju Kampung Ciguha, ada tiga pos pengamanan yang dilintasi. Pertama di pos utama.
Kemudian di pos atau ruang operator troli, satu lagi sekitar 200 meter sebelum masuk kampung ciguha.
Kondisi jalan ke Kampung Ciguha berkelok. Banyak tikungan, jalan menanjak dan menurun. Beberapa lokasi, terdapat jurang.
Ada juga tebing-tebing tinggi menjulang. Ke kampung ciguha juga melintasi jembatan. Lokasinya berdampingan dengan cafe glundungan.
Setelah melintasi jembatan itu, barulah terlihat suasana Kampung Ciguha. Deretan rumah-rumah penduduk mulai nampak.
Selain rumah rumah yang mentereng, tak sedikit pula rumah warga sederhana. Ada juga rumah petakan.
Di sana warga terlihat duduk di depan rumah. Ada juga yang sedang menikmati sigaret di warung-warung di sana.
"Ngopi kang," ajak salah satu pemuda di Kampung Ciguha saat radar Bogor tiba di Sana.
Suasana perkampungan di sana lebih terasa. Warga masih berbaur. Mengobrol satu sama lain. Jarang yang sibuk dengan gawai.
Termasuk anak-anak di sana. Tak semua anak-anak bermain gawai di sana.
Kondisi itu tidak terlepas dari sulitnya sinyal di sana. Sehingga, warga lebih banyak mengobrol dengan sesama. Tidak disibukan gawai.
Selama kampung itu berdiri, baru Senin siang itu sinyal masuk Kampung Ciguha.
Sinyal yang masuk yakni, provider Telkomsel. Sinyal itu berasal dari Compact Mobile BTS (Combat) 4G/LTE.
"Sebelumnya gak ada sinyal, Alhamdulillah sekarang ada," kata warga Ciguha, Wili Suhendi saat ditemui Radar Bogor di Kampung Ciguha Senin siang (20/5/2024).
Wili menuturkan, warga Ciguha kesulitan untuk komunikasi melalui udara.
Selama ini mereka mengandalkan sinyal yang ada di kampungan sebelah. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari Kampung Ciguha.
"Kalau mau sinyal itu ke kampung pasir Jawa, jaraknya 1,5 kilometer," tuturnya.
Selama ini, kata dia, sudah banyak yang memiliki gawai. Namun, hanya sekedar digunakan di luar kampung ciguha. Jika kembali ke Ciguha, gawai lebih banyak disimpan. (all)
Editor : Yosep Awaludin