Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Waduh Ribuan Warga Kota Bogor Derita Stunting serta DBD hingga TBC, Kini Pemkot Andalkan Program Geber SiJumo dan Jamillah

Reka Faturachman • Rabu, 22 Mei 2024 | 23:12 WIB
Siswa SMPN 11 Kota Bogor minum tablet penambah darah untuk mencegah penambahan kasus stunting.
Siswa SMPN 11 Kota Bogor minum tablet penambah darah untuk mencegah penambahan kasus stunting.

RADAR BOGOR - Pemerintah Kota Bogor menggelar kick off dan deklarasi program Geber SiJumo dan Jamillah di SMPN 11 Kota Bogor, Rabu (22/5/2024).

Program yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini terdiri dari gerakan bersama literasi stunting, imunisasi, pencegahan DBD, penanggulangan Tuberkulosis (TBC), jaga ibu hamil serta pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Program ini diisi dengan sejumlah kegiatan antara lain sarapan bersama, pemberian tablet penambah darah untuk remaja perempuan, serta penyuluhan soal DBD dan TBC.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah menjelaskan program tersebut bertujuan untuk mengingatkan kembali masyarakat akan literasi dan upaya pengeliminasian penyakit stunting, DBD, dan TBC yang tengah melanda wilayah Jawa Barat.

"Angka penyakit ini tergolong tinggi di Jabar termasuk di Kota Bogor. Geber SiJumo dan Jamillah dilakukan supaya setiap sekolah memiliki duta kesehatan atau jumantik untuk melakukan penyuluhan di sekolah untuk meminimalisir DBD, TBC, dan stunting," ujarnya.

Melalui program ini Syarifah berharap, segala bantuan yang diberikan pemerintah pusat dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan berdampak bagi kesehatan masyarakat.

"Upaya seperti ini harus terus menerus dilakukan. Karena dalam sehari-hari pasti ada lupanya jadi harus diingatkan terutama soal PHBS dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)," ucap Syarifah.

Dirinya mengungkapkan saat ini kasus DBD di Kota Bogor tengah mengalami peningkatan. Ada sebanyak 2100 orang terjangkit DBD sejak awal Januari 2024 lalu.

Kondisi jnj juga membuat Kota Bogor bertengger di posisi 3 teratas wilayah dengan kasus tertinggi di Indonesia. Jumlah pasien yang meninggal pun mencapai 14 orang.

Sementara itu kasus stunting telah mengalami penurunan.

Saat ini stunting di Kota Bogor masih berada di angka 1700-an kasus menurun dari jumlah sebelumnya di angka 2100-an orang.

"Dari 18,7 persen sekaranh 18,2 persen. Target nasionalnya di angka 14 persen," terang Syarifah.

Kasus TBC di Kota Bogor juga mengalami kenaikan. Namun hal itu diakui Syarifah terjadi lantaran adanya pemantauan yang dilakukan secara intensif oleh Pemkot Bogor.

"TBC angkanya memingkat karena kami intensif menemukan penderita TBC, dulu tidak aktif. Sehingga ketenu angkanta tinggi. Untuk menanganinya kami selanjutnya akan membuat jaringan atau relawan untuk memantau mereka minum obat. Katena penderita TBC kalau 6 bulan minum obat bisa sembuh," jelasnya. (Fat)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#kota bogor #stunting #Geber SiJumo dan Jamillah