RADAR BOGOR, Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka kasus dugaan penganiayaan brutal di Pondok Pesantren Modern Sahid, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Polisi masih melakukan lidik perihal dugaan penganiayaan santri senior terhadap juniornya di Ponpes Modern Sahid yang beralamat di Jalan KH Abdul Hamid, Gunung Menyan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
"Masih tahap penyelidikan (belum ada penetapan tersangka)," kata Kapolsek Cibungbulang, Kompol Zulkernaidi kepada Radar Bogor, Kamis (23/5/2024).
Sebelumnya, salah seorang santri kelas 10 Ponpes Modern Sahid Bogor diduga menjadi korban penganiayaan. Terduga pelaku penganiayaan tak lain adalah seniornya.
Ibu korban, Diah Rachmawati Wulandari memaparkan, peristiwa penganiayaan yang menimpa anaknya itu terjadi pada Selasa malam (7/5/2024).
Saat itu, anaknya dipanggil untuk datang ke asrama seniornya. "Saya dapat kabar itu dari murobi, atau pengasuhnya. Anak saya diinfus karena habis mendapatkan penganiayaan," paparnya.
Dia memaparkan, anaknya itu dianiaya secara brutal. Ditendang, dipukul, dicekik dan dibenturkan ke tembok.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Sahid, Ustaz Luqman Kasno mengakui adanya kasus penganiayaan tersebut.
Ia mengatakan, kasus penganiayaan tersebut sebelumnya sudah dilakukan mediasi oleh pihak pondok pesantren.
"Sejak awal kejadian, sudah dilakukan mediasi. Hanya, masing-masing baru bisa melakukan pertemuan pada hari Ahad (12/05/2024). Sementara walisantri korban sudah melaporkan kasus ini ke polisi," katanya kepada Radar Bogor. (all)
Editor : Alpin.