RADAR BOGOR - Penjabat Wali Kota Bogor, Hery Antasari akhirnya angkat suara mengenai aksi mogok kerja yang sempat dilakukan sopir truk sampah di Kota Bogor pada Kamis (23/5/2024).
Hery melihat, aksi sopir truk sampah itu merupakan dinamika pelayanan publik dasar yang biasa terjadi di banyak wilayah. Ia mengklaim Pemerintah Kota Bogor saat ini sudah menyelesaikan persoalan itu.
"Sudah kami solusikan. Kemarin hanya satu hari sopir truk sampah mogok kerja). Dan sejak kemarin sampahnya sudah terangkut semua. Sudah kami kaji aspek teknis, administrasi, dan lainnya," ucapnya saat dikonfirmasi Radar Bogor, Sabtu (25/5/2024).
Dirinya berjanji akan melakukan penyesuaian pada mekanisme perubahan anggaran terkait ongkos operasional sopir truk sampah.
Di samping itu, dirinya juga akan melakukan penyesuaian pergeseran sebagai solusi jangka dekat terkait permintaan para sopir truk sampah.
"Mudah-mudahan yang diharapkan teman-teman di lapangan khususnya para sopir bisa teratasi sehingga pelayanan publik pada masyarakat bisa lancar kembali," harapnya.
Sebelumnya, aksi mogok kerja yang dilakukan seluruh sopir truk sampah di Kota Bogor pada Rabu (22/5/2024). Kondisi ini pun membuat distribusi sampah terhenti selama satu hari.
Aksi ini juga membuat sejumlah Tempat Penampungan Sampah TPS) di Kota Bogor mengalami penumpukan. Seperti yang terjadi di kawasan Pasar Anyar, Kecamatan Bogor Tengah.
Pantauan Radar Bogor pada Selasa (22/5/2024) siang menunjukkan dua TPS yang berada di kawasan ini sudah menumpuk bahkan meluber hingga ke jalan raya. Kondisi ini pun membuat wilayah tersebut tampak kumuh dan tercium aroma tak sedap.
Setelah sempat mogok kerja selama satu hari, para sopir truk sampah di Kota Bogor akhirnya kembali bekerja pada Kamis (23/5/2024).
Truk-truk sampah ini mulai kembali beroperasi dan mengangkut sampah di seluruh Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Bogor.
Kepala Bidang Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup, (DLH) Kota Bogor Deden Adi Suryadi menyebut pihaknya sudah berkomunikasi dengan para sopir truk. Pihaknya menyatakan bersedia untuk memenuhi keinginan para sopir yakni adanya ongkos operasional.
"Pak Kepala Dinas sudah menjelaskan terkait operasional kemarin. Insyaallah pasti akan dipenuhi DLH dan sudah dipenuhi tinggal melaksanakannya saja," ungkapnya.
Deden mengatakan pihaknya akan memberikan ongkos operasional Rp50 ribu per hari untuk menanggulangi pengeluaran sopir di lapangan. (fat)
Editor : Yosep Awaludin