Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BAB Berdarah, Warga Bogor Jangan Panik. Ini Beberapa Cara Mengatasinya!

Yosep Awaludin • Senin, 27 Mei 2024 | 08:28 WIB
Ilustrasi BAB berwarna hitam
Ilustrasi BAB berwarna hitam

RADAR BOGOR- BAB berdarah adalah kondisi yang terjadi ketika darah keluar saat buang air besar (BAB). Jangan sepelekan jika terjadi.

Karena itu, darah yang muncul saat BAB dapat merupakan indikasi adanya pendarahan pada saluran pencernaan.

Namun, BAB berdarah dapat diobati, tetapi pengobatannya akan berbeda tergantung pada penyebabnya. Karena itu, ketahuilah beberapa cara untuk mengatasi situasi ini.

Pengobatan BAB berdarah akan berbeda tergantung pada penyebabnya karena ada banyak faktor yang dapat menyebabkannya.

Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan umum untuk BAB berdarah seperti dikutip dari halodoc.com:

1. Pengobatan di rumah

Pada kasus BAB berdarah yang ringan, pengobatan rumahan dapat menjadi pertolongan pertama. Sebagai contoh, mandi dengan air hangat dapat meredakan nyeri jika penyebabnya adalah wasir.

Selain itu, penggunaan krim yang dioleskan tanpa resep dokter atau tanpa resep juga dapat mengurangi iritasi. 

Selain itu, ada beberapa metode rumahan yang dapat digunakan untuk mengurangi kemungkinan terkena BAB berdarah, seperti:

- Makan makanan berserat tinggi
- Berolahraga secara teratur untuk mencegah sembelit
- Jaga area dubur bersih
- Tetap terhidrasi.

 

2. Perawatan Medis

Jika pengobatan sembelit secara rumahan tidak berhasil, pengobatan medis harus dipilih. Jika penyebab sembelit adalah wasir, maka perawatan yang lebih invasif mungkin diperlukan.

Dokter biasanya menggunakan endoskopi untuk merawat sumber pendarahan, menyuntikkan obat ke tempat pendarahan, atau memasang klip atau pita untuk menutup pembuluh darah.

Dokter juga dapat menggunakan angiografi untuk menyuntikkan obat ke dalam pembuluh dara untuk menghentikan pendarahan jika endoskopi tidak dapat menghentikan pendarahan.

Perawatan juga berbeda-beda tergantung pada penyebabnya, dan mungkin termasuk pengobatan H. pylori, yang menekan asam lambung, dengan antibiotik atau antiinflamasi untuk kolitis.

Namun, dokter mungkin perlu melakukan pembedahan untuk mengangkat polip atau bagian usus besar yang rusak karena penyakit radang usus, divertikulitis, atau kanker.

BAB berdarah juga dapat sembuh dengan sendirinya jika penyebabnya adalah fisura ani. Namun, jika infeksi muncul, dokter mungkin meresepkan antibiotik.

Selain pengobatan, orang yang mengalami BAB berdarah harus mengikuti empat pola hidup sehat.

Sebenarnya, tidak ada salahnya untuk mengunjungi dokter jika Anda mengalami BAB berdarah, terutama jika:

- Anda tidak tahu mengapa Anda mengalami BAB berdarah. Terkadang, pendarahan rektal terkait dengan penyakit yang tidak Anda ketahui.

- Seringkali BAB menyakitkan. Nyeri selalu menunjukkan bahwa sesuatu yang tidak beres dengan tubuh Anda dan perlu diobati.

- Terlihat sulit atau terjadi dengan sering. Pendarahan yang signifikan atau sering dapat menyebabkan anemia dan kondisi yang lebih serius lainnya.

- Sudah berlangsung selama seminggu atau lebih. Meskipun pendarahan tidak banyak atau tidak terasa sakit, BAB berdarah harus diobati.

BAB Berdarah tanda penyakit apa? 

Ada dua penyebab BAB berdarah berdasarkan lokasi perdarahannya, yaitu:

1. Hematochezia

Munculnya darah segar pada tinja atau feses disebut hematochezia. Ini biasanya terjadi karena perdarahan pada saluran cerna bagian bawah seperti usus besar atau rektum.

Dalam situasi seperti ini, darah bersama feses akan terlihat memerah dan masih segar. Karena perdarahan hematochezia biasanya terletak di dekat dubur, beberapa kondisi dapat menyebabkannya, yaitu:

- Wasir (ambeien) atau hemoroid adalah pembesaran atau pembengkakan yang terjadi pada dubur atau bagian akhir usus besar atau rektum.

- Fisura ani: Luka yang terjadi karena cedera pada anus. Sembelit dengan feses yang besar dan keras adalah penyebab umum fisura ani.

- Divertikulitis adalah peradangan atau infeksi pada divertikula kecil yang tidak normal yang terbentuk di saluran pencernaan.

- Radang usus: Penyakit Crohn dan kolitis ulseratif adalah contoh radang usus, kondisi yang melibatkan peradangan kronis pada saluran pencernaan.

- Polip usus besar: Gumpalan kecil yang disebut polip terbentuk pada lapisan usus, terutama usus besar atau rektum.

- Kanker usus besar: Kondisi di mana tumor ganas muncul di usus besar, yang merupakan bagian terakhir dari sistem pencernaan.

2. Melana

Melana adalah penyakit yang disebabkan oleh perdarahan pada bagian atas saluran pencernaan atau usus besar.

Ketika melena, darah pada feses menjadi hitam pekat dan berbau tidak sedap karena enzim dan asam lambung bercampur dengannya.

Ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan melena, antara lain:

- Varises esofagus: kondisi ini disebabkan oleh pembesaran tidak normal pada vena yang terletak di esofagus, yang merupakan penghubung antara kerongkongan dan lambung.

- Esofagitis : peradangan pada lapisan kerongkongan yang disebabkan oleh penyakit GERD. - Tukak lambung adalah luka pada dinding lambung yang terbentuk karena lapisan dinding lambung terkikis.

- Sindrom Mallory-Weiss : terjadi ketika jaringan area kerongkongan berbatasan dengan lambung robek.

- Gastritis : kondisi ketika lapisan lambung mengalami iritasi, peradangan, atau pengikisan. - - Kanker lambung : pertumbuhan sel abnormal yang dimulai di perut.

Ini adalah beberapa pilihan untuk mengatasi BAB berdarah. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#kesehatan #bab #berdarah