Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Buntut Sopir Truk Sampah Mogok Kerja, DLH Dipanggil DPRD Kota Bogor

Reka Faturachman • Senin, 27 Mei 2024 | 15:02 WIB
Rapat kerja antara Komisi III DPRD dengan DLH Kota Bogor pada Senin (27/5/2024).
Rapat kerja antara Komisi III DPRD dengan DLH Kota Bogor pada Senin (27/5/2024).

RADAR BOGOR - Komisi III DPRD Kota Bogor memanggil Jajaran Dinas Lingkungan Hidup atau DLH pada Senin (27/5/2024).

Pemanggilan DLH ini merupakan buntut dari aksi mogok kerja yang dilakukan para sopir truk sampah di Kota Bogor.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bogor, Bambang Dwi Wahyono menjelaskan dalam rapat kerja tersebut DLH menyampaikan tupoksi penyelenggaraan program persampahan.

Pada kesempatan itu, Bambang menyebut DLH menyampaikan kebutuhan anggaran senilai Rp2,4 milyar selama 1 tahun untuk pelaksanaan program pengangkutan persampahaan. Nilai tersebut berkaca dari yang diterapkan oleh Pemerintah di Cimahi.

"Lalu kami sampaikan bahwa untuk penanganan persampahan bukan hanya di armada pengangkutan atau sopir. Tapi harus dilakukan komprehensif dari hulu sampai hilir. Persampahan itu harus dikaji kembali. Program-programnya seperti apa karena berkaitan harus didukung oleh semua elemen di kota bogor," ujarnya kepada Radar Bogor.

Menurutnya persoalan persampahan sangat krusial dan penyelesainnya masuk ke dalam skala prioritas.

Oleh karena itu Bambang mengatakan, pihaknya akan menyampaikan pada Badan Anggaran bahwa ada hal-hal krusial yang harus tidak direfocusing termasuk salah satunya persampahan.

"Secara teknis nanti ada di Badan Anggaran pada saat nanti rapat Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) mungkin atau APBD. Nanti kami baru bahas angka angka. Kalau di sini hanya membahas mengenai trigger (pemicu) programnya seperti apa," terang Bambang.

Pembahasan mengenai solusi persoalan sampah ini dikatakannya akan terus berlanjut secara bertahap.

Untuk sementara waktu, kedua pihak janya membahas program yang akan dilaksanakan, baru selanjutnya membahas lebih jauh soal anggaran.

Bambang memahami kondisi yang dirasakan sopir saat bekerja di lapangan. Menurutnya banyak hal-hal yang sulit diprediksi. Salah satunya yakni cuaca.

"Tambahan dari warga kan tidak wajib. Itu bentuk apresiasi warga pada pelaksana pengangkut sampah. Tidak bisa dihitung secara flat. Ada juga yang tidak memberi. Tidak bisa dikategorikan sebagai kesejahteraan," tutur dia.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Bogor, Denni Wismanto tak banyak berkomentar mengenai pemanggilan itu. Ia hanya memastikan bahwa Komisi III mendukung upaya yang telah dilakukan oleh pihaknya.

"Proses bisnis ada yang belum diakomodir kami. Kan di jalan kita tidak tahu ya. Tidak bisa ditebak. Bisa saja ada kecelakaan, keserempet. Banyak hal nggak bisa diprediksi. Insya Allah nanti bersama Komisi III DPRD insya Allah bisa (diakomodir)," ujarnya.

Menanggapi banyaknya kondisi armada truk sampah yang buruk, Denni menyebut pihaknya akan mengadakan peremajaaan. Terutama pada kendaaran yang berusia tua.

Dirinya juga mengatakan ke depan akan mengoptimalkan pengurangan sampah yang menurutnya mesti terus dioptimalkan. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #sopir truk sampah #DLH #dprd