RADAR BOGOR, Jaringan listrik di rumah warga Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mengalami gangguan pada Senin (27/5/2024).
Akibat gangguan jaringan listrik PLN itu membuat sejumlah alat elektronik milik warga rusak. Diantaranya TV, lampu, kulkas, mesin cuci, dan handphone.
Kepala Desa Parakanmuncang, Maulidin memaparkan, gangguan jaringan listrik itu terjadi di RT 01 dan 02 RW 09 dan RT 04 RW 06.
"Kejadianya pagi, sampai ada tv warga yang meledak akibat gangguan jaringan listrik," katanya kepada Radar Bogor, Senin (27/5/2024).
Kepala Desa mengatakan, hingga pukul 16.40 WIB, jaringan listrik di Desa Parakanmuncang masih rusak.
Kades mengaku sudah melaporkan kepada pihak PLN perihal kerusakan jaringan listrik di desanya tersebut.
"Jaringan listrik masih mengalami rusak sampai sekarang belum ada perbaikan. Kami sudah laporkan PLN," tukasnya.
Mennggapi hal itu, Manajer Unit Layanan Pelanggan PLN Leuwiliang, Setiadi mengatakan, saat ini kondisi tegangan listrik di Desa Pasirmuncang sudah kembali normal.
"Itu karena tegangan listrik berlebih. Saat ini sudah normal kembali," katanya saat dihubungi Radar Bogor, Senin (27/5/2024) malam.
Setiadi memaparkan, penyebab kenaikan tegangan listrik PLN melebihi batas maksimal dikarenakan ada kerusakan alat.
Dari hasil pemeriksaan sementara diduga akibat terkena sambaran petir. "Bisa jadi karena terkena sambaran petir. Walau gak hujan, kan lama-lama tersambar petir, akhirnya rusak juga," tuturnya.
Setiadi menegaskan, PLN tidak akan memberikan ganti rugi perihal alat elektronik warga Desa Pasirmuncang yang rusak.
Kata dia, hal itu dikarenakan major error, sehingga tidak ada ganti rugi dari PLN. "Gak ada, gak ada ganti rugi," tuturnya.
Kecuali, kata dia, penyebab kenaikan tegangan listrik PLN melebihi batas maksimal karena human error, baru ada pergantian atau perbaikan dari PLN.
"Misalnya, karena sebelumnya ada pemadaman dari PLN. Nah, saat dinyalakan terjadi kenaikan tegangan dan menimbulkan kerusakan, baru ada pergantian," tukasnya.(all)
Editor : Alpin.