Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mendekati Iduladha, Pemkot Bogor Bahas Ketersediaan Pangan, Rencanakan Ini

Reka Faturachman • Selasa, 28 Mei 2024 | 19:12 WIB
Pj Wali Kota Bogor, usai menghadiri rapat antara Pemkot Bogor dengan Bapanas soal Prognosa Ketersediaan Pangan jelang Iduladha.
Pj Wali Kota Bogor, usai menghadiri rapat antara Pemkot Bogor dengan Bapanas soal Prognosa Ketersediaan Pangan jelang Iduladha.

RADAR BOGOR - Mendekati Iduladha, Pemkot Bogor bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) prognosa ketersediaan pangan di Balai Kota Bogor pada Selasa (28/5/2024).

Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor Hery Antasari menjelaskan, rapat prognosa ketersediaan pangan digelar sebagai bentuk upaya bahan perencanaan, dan penyusunan kegiatan stabilisasi, jugapasokan harga pangan, jelang Hari Raya Iduladha.

"Rakor prognosa ketersediaan pangan jelang Iduladha ini gayung bersambut dengan yang disampaikan Kemendagri, untuk penyusunan perencanaan dan kebijakan stabilisasi pasokan pangan," beber dia.

Dia memahami, komoditas pangan di Indonesia umumnya diproduksi pada wilayah tertentu dan bersifat musiman.

Sementara konsumsi merata tidak memandang musim. Pola pangan yang berbeda dan hal-hal lain menyebabkan variasi pasokan dan harga pangan.

Menyikapi fluktuasi yang terjadi tersebut, Hery mengatakan, akan memprioritas, memonitor, dan mengikuti dengan seksama aktivitas rakor di lapangan berkaitan keterjaminan stabilitas ketahanan pangan.

"Saya meminta seluruh stakeholder berkiatan pangan harus terus aktif untuk meningkatkan koordinasi dan intensitas komunikasi. Karena saat inflasi terjadi harga mengurangi keterjangkauan masyarakat terhadap pangan," tuturnya.

Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional, Indra Wijayanto menerangkan, terdapat 2 komoditi daging yang menjadi stok daging di dalam negeri yakni sapi hidup dan daging beku.

Ia menyebut, selama ini Indonesia memenuhi kebutuhan itu dengn roduksi lokal yang dipelihara oleh petani, peternak, maupun rumah tangga.

Namun selama ini menurutnya produksi itu belum bisa memenuhi konsumsi yang jumlahnya lebih besar sehingga memerlukan adanya impor.

"Impornya ada 2 bentuk. Dalam bentuk daging kerbau lembu beku dan sapi bakalan yakni sapi hidup yang diimport dari negara tertentu seperti Australia dan digemukkan di peternakan supaya menjadi lebih besar. Baru setelah 3-4 bulan dibesarkan akan dipotong," terang Indra.

Indra mengatakan, pemerintah selalu menyiapkan proyeksi kebutuhan pangan pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Lebaran dan Natal.

"Kami sudah membedakan antara kebutuhan di bulan biasa dan HBKN. Koefisien bulannya berbeda. Kami sudah persiapkan secara proyeksi nasional aman, kebutuhan stok ada," tekannya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #iduladha #ketersediaan pangan