RADAR BOGOR - Setelah berhasil melakukan tindakan perdana bypass jantung pada akhir tahun 2023 lalu, Siloam Hospitals Bogor terus mengembangkan layanan dan tindakan jantung dengan berbagai tindakan, yaitu seperti Endovascular Aortic Repair (EVAR), dan Endovenous Laser Ablation (EVLA).
Direktur Utama RS Siloam Kota Bogor Dokter Agus Tanjung mengatakan, Siloam Hospitals Bogor berhasil melakukan tindakan EVAR pada 27 Maret 2024 yang ditangani oleh dr. Widya Trianita Suwatri.
Keberhasilan Siloam Hospital Bogor juga didukung tim dokter dan medis lainnya.
Menurut dia, Endovascular Aortic Repair atau EVAR adalah tindakan medis untuk mengatasi aneurisma aorta dengan cara memasukkan alat pengganti aorta berupa stent graft (cangkok) yang dapat menjalankan peran aorta mengalirkan darah terutama ke area perut dan kedua kaki.
Metode EVAR sering dilakukan sebagai tindakan minim sayatan, sehingga pasien tidak memerlukan tindakan bedah.
Sementara Endovenous Laser Ablation pertama kali dilakukan di Siloam Hospitals Bogor pada tanggal 17 Februari 2024 oleh dr. Marcella, dimana EVLA sendiri merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk menangani vena varises dengan menggunakan energi laser.
“Prosedur ini tergolong minimal invasif, yang berarti tidak memerlukan sayatan besar atau anestesi umum,” kata Dokter Agus Tanjung saat Sesi Sharing dan Gathering Siloam Hospitals Bogor bertajuk Comprehensive Cardiology Care di Bigland Hotel Bogor, Kamis (30/5/2024).
Lebih lanjut, Direktur Utama RS Siloam Kota Bogor menjelaskan, kasus kematian jantung merupakan penyebab kematian nomor 3 saat ini.
“Jadi kalo urutan 1,2,3 dia nomor 3 penyakit yang menyebabkan kematian,” ucapnya.
Dirinya berharap, Siloam Hospitals Bogor seluruh tindakan jantung yang telah dilakukan dapat diketahui lebih luas oleh Masyarakat Kota Bogor.
“Sehingga Siloam Hospitals Bogor dapat menjadi pusat layanan jantung dan rumah sakit rujukan utama bagi kasus-kasus jantung level advanced yang belum dapat dilakukan di Kota Bogor serta dapat menjangkau Masyarakat Kota Bogor yang membutuhkan,” tandas dia.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga