RADAR BOGOR - Usulan pelebaran jalan alternatif Kawasan Puncak di Megamendung tidak disambut baik DPRD Kabupaten Bogor.
Padahal, Bappedalitbang Kabupaten Bogor telah mendukung usulan pelebaran jalan alternatif Kawasan Puncak pada Musrenbang tingkat Kecamatan Megamendung tersebut.
Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Checanova menilai, usulan pelebaran jalan alternatif Kawasan Puncak akan membebani APBD.
Terutama pada tahap pembebasan lahan warga terdampak.
"Di satu sisi, harga pembebasan lahannya susah untuk terjangkau, berapa APBD yang akan terserap kalau kita melakukan pembebasan," ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis (30/5).
Meski memiliki tujuan baik, namun menurutnya usulan tersebut belum begitu prioritas.
Terlebih, dia mengklaim infrastruktur jalan di wilayah Selatan Kabupaten Bogor seperti Puncak relatif baik.
"Kalau infrastruktur jalan di daerah selatan relatif lebih bagus, termasuk jalan alternatif, paling persentasenya hanya 30 persen lagi yang belum tertangani khususnya di wilayah Puncak," katanya.
Politisi PPP itu justru ingin fokus pada penanganan kemacetan di sejumlah persimpangan Jalan Arteri Puncak.
Bagaimana bukaan-bukaan persimpangan tempat keluar masuknya kendaraan dapat dilebarkan.
Selain itu, bagaimana pihak berwenang melakukan rekayasa lalu lintas dengan pemasangan barrier atau pembatas jalan di tiap persimpangan.
"Memang setiap kendaraan yang keluar dari gang itu diharapkan satu arah, seperti di Pasir Muncang, Gunung Geulis, Cilember dengan dipasang barrier," tandasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga