RADAR BOGOR - Pemerintah Kota Bogor bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali menyalurkan puluhan ribu paket bantuan pangan kepada warga di 68 kelurahan pada Jumat (31/5/2024).
Bantuan tersebut diberikan kepada 85 ribu keluarga rawan pangan yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Bogor.
Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari mengatakan bantuan itu diberikan dengan tujuan membantu masyarakat menengah ke bawah yang mengalami kerawanan pangan.
"Kondisi perekonomian kita saat ini tidak erlalu menggembirakan. Inflasi di Kota Bogor year to yearnya di angka 3,25 persen lebih tinggi dari nasional yang ada di angka 3 persen. Inflasi ini berakibat pada terbebaninya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan menurunnya daya beli," ujarnya.
Oleh karena itu, ia berharap bantuan yang diberikan bisa membantu masyarakat terutama ekonomi menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan asupan protein.
Terlebih pada warga di Kelurahan Genteng dan Kelurahan Bojongkerta yang disebut Hery menjadi sasaraan penurunan kerawanan pangan sesuai prioritas dalam hasil kajian peta kerentanan dan ketahanan pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi menerangkan bantuan yang diberikan pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yakni berupa 10 kilogram beras.
Ia menyebut penyaluran bantuan untuk masyarakat rawan pangan ini dibagikan secara bertahap. Periode pertama berlangsung pada Januari-Maret 2024 lalu dilanjutkan pada Bulan April-Juni 2024.
"Untuk datanya diambil dari data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Warga penerima manfaat akan mendapat undangan untuk menerima bantuan ini. Kemudian mereka tinggal datang dmembawa undangan itu," jelasnya.
Di samping pemberian bantuan pada kesempatan itu Pemkot Bogor dan Bapanas juga menggelar Gerakan Pangan Murah ke-58.
Chusnul mengatakan program itu dihelat untuk memperingati HJB ke-542 dan membantu warga menghadapi potensi kenaikan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Adha. (fat)
Editor : Yosep Awaludin