RADAR BOGOR - SMAN 3 Kota Bogor menyelenggarakan Gelar Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Jumat (31/5/2024).
Kegiatan yang berlangsung di area lapangan SMAN 3 itu menghadirkan pawai dongdang yakni tempat membawa makanan atau barang hantaran khas suku Sunda, yang biasa ada di acara pesta atau peristiwa istimewa.
Pawai tampak berlangsung meriah. Terdapat 9 dongdang yang di arak oleh puluhan siswa SMAN 3 dengan jenis dan tampilan yang berbeda-beda.
Koordinator Bidang Kearifan Lokal, Deden Nurdiansyah menjelaskan pawai dongdang dipilih pada gelar karya P5 lantaran memiliki 4 unsur kearifan lokal yakni keterampilan, kerajinan tangan, makanan tradisional, dan adat istiadat.
"Meski terlihat mudah membuat dongdang buruh keterampilan khusus dan wawasan estetika. Lewat hal itu kami berharap para siswa bisa belajar kekompakan, mengasah kreatifitasnya, dan mau untuk melestarikan budaya," jelasnya.
Pasa gelar karya ini setiap kelas memilih tema yang berbeda-beda. Ada yang membuat dongdang dengan tema hari jadi kota, hajatan, hingga panen raya.
Dongdang itu diisi dengan sejumlah makanan tradiaional, hasil bumi maupun laut, buah-buahan, dan sayuran.
Pada gelar karya ini juga siswa kelas 10 menggelar bazzar produk kuliner. Mereka menjual makanan dan minuman buatannya pada guru maupun teman-temannya.
Koordinator Bidang Kewirausahaan, Deswita menerangkan kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong motivasi para siswa untuk bukan saja menjadi konsumen namun juga mulai menjadi produsen.
"Diharapkan ke depan mereka bisa mengkaryakan diri ketika kembali ke masyarakat. Bisa membuka peluang bisnis dimulai dari belajar berwirausaha sembari kuliah," ucapnya
Sementara itu para siswa kelas 11 SMAN 3 Bogor menampilkan karya video yang telah mereka buat selama beberapa hari terakhir mengenai perundungan.
Koordinator Bidang Jiwa Raga, Sri Murwanti menerangkan, karya ini dibuat agar para siswa bisa menghilangkan praktek-praktek perundungan di sekolah.
"Diharapkan bisa mengurangi kata-kata negatif yang mengarah pembullyan, menghargai orang lain, dan tidak body shaming walaupun bercanda," terang dia. (fat)
Editor : Yosep Awaludin