RADAR BOGOR - Anak-anak SD Bosowa Bina Insani riang gembira unjuk kebolehan dalam momen Gelar Apresiasi Seni (GAS), Sabtu (1/6). Keceriaan itu secara instan mengirimkan endorfin untuk orang tua masing-masing.
Riuh rendah tak lepas terdengar di sekitar lingkungan sekolah SD Bosowa Bina Insani. Mereka sesekali menyemangati anak-anak yang tampil di atas panggung. Tepuk tangan pun susul-menyusul dalam setiap penghujung penampilan di atas panggung.
Salah satunya, Athirah yang unjuk gigi bersama adiknya, Ameerah. Keduanya mendapatkan kesempatan untuk tampil di atas panggung besar tersebut. Sorot mata penonton tak membuat nyali keduanya ciut untuk tetap berduet.
Athirah begitu serius menekan tuts-tuts piano. Senandung itu mengiringi sang adik, Ameerah, yang membawakan cerita tentang kakak tua. Bukan dalam bahasa Indonesia, melainkan bahasa Inggris. Tak lupa, Ameerah membawa boneka kakak tua miliknya.
Keduanya begitu mendalami penampilan masing-masing. Duet story telling itu menjadi bagian dari rangkaian acara Gelar Apresiasi Seni (GAS) di SD Bosowa Bina Insani, Sabtu (1/6). Disusul penampilan anak-anak lainnya yang cukup menggemaskan.
Ketua Panitia GAS 2024, Sudarjat mengakui, acara GAS itu memang menampilkan berbagai minat, bakat, dan kemampuan murid. Sehari penuh, sebanyak 563 siswa kelas 1-6 menunjukkan penampilan terbaiknya. Mereka menampilkan drama, olahraga, hingga kesenian dari ekstrakurikuler (ekskul) masing-masing.
"Jumlah ekstrakurikuler di SD kami ada 34 cabang. Jadi, di GAS ini beberapa ekskul yang memungkinkan tampil akan ditampilkan ke hadapan guru dan orang tua mereka," ungkap Sudarjat.
Tak hanya itu, penampilan mereka juga dilombakan dalam beberapa kategori. Pemenang lomba kemudian akan mendapatkan hadiah apresiasi dari sekolah.
"Ada beberapa yang dilombakan seperti seni lukis, robotik, animasi, desain grafis, sepatu roda, renang, dan sebagainya. Jadi, memang karena tidak semua bisa tampil jadi ada yang sudah dilombakan kemudian hadiahnya diberikan saat GAS kemarin," jelasnya.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahun. Tujuannya agar talenta, minat, dan bakat murid bisa terbina dengan baik. "Mudah-mudahan anak-anak akan muncul bakat-bakatnya. Jadi tak hanya belajar di kelas, tapi bisa berkembang juga di luar kelas, " imbuhnya.
Sementara itu, Wakasek Kesiswaan Bagus Wirandi menerangkan, GAS ini memang digelar setiap tahunnya sebagai unjuk bakat murid di berbagai bidang ekstrakurikuler. "Secara umum GAS tahun ini sudah sesuai harapan. Semua yang dilatihkan setahun ini ditampilkan dengan baik," bangganya.
Hasil yang ditunjukkan pun tak selesai begitu saja. Namun, hasil penampilan mereka juga akan dijadikan penilaian di rapor masing-masing siswa.
"Setelah mereka naik kelas, akan dimulai lagi proses di ekskul masing-masing. Mereka bisa mencoba ekskul baru lagi setiap tahunnya dan akan ditampilkan lagi pada GAS tahun depan," terangnya. (rp1/d)
Editor : Pipin Apriani