RADAR BOGOR - Belasan tokoh Bogor dianugerahi penghargaan oleh Pemerintah Kota Bogor di momen Rapat Paripurna Istimewa memeringati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-542 pada Senin (3/6/2024).
Tokoh Bogor tersebut ialah KH Sholeh Iskandar, Letjend Ibrahim Adji, Mayjend Ishak Djuarsa, Kapten Muslihat, dr Marzuki Mahdi, dr Sumeru, KH TB Muhammad Falak, KH Abdullah bin Nuh, MA Salmun, Raden Saleh Syarif Bastaman, Mayjen Mashudi, Raden Ipik Gandamana, dan Saleh Danasasmita.
Anggota Tim Peneliti dan Pengkajian Gelar Daerah (TP2GD) Kota Bogor, Muhammad Hidayat Ginanjar menjelaskan, penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi Pemkot Bogor atas jasa-jasa para tokoh Bogor dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kontribusinya terhadap kemajuan masyarakat.
Mereka dianggap berkontribusi dalam berbagai aspek-aspek misalnya ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, budaya. Penghargaan ini kemudian diserahterimakan kepada para ahli warisnya.
"Deretan nama tokoh Bogor itu juga telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Tujuan inti dari diusulkannya gelar Pahlawan bagi seorang tokoh agar masyarakat maupun generasi muda agar terinspirasi memiliki semangat juang, jiwa heroik serta keikhlasan dalam memajukan kualitas SDM bangsa Indonesia dan mengisi kemerdekaan dalam berbagai aspek kehidupan," jelasnya.
Dirinya menyebut saat ini Kota Bogor telah berhasil meloloskan satu nama untuk diberikan gelar sebagai Pahlawan Nasional yakni KH Sholeh Iskandar.
Tokoh Bogor yang namanya menjadi salah satu nama jalan nasional di Kota Bogor itu akan dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden pada momen Hari Pahlawan mendatang.
"Pengkajiannya sudah dilakukan sejak 2016 lalu. Kami sudah melaksanakan seminar nasional beberapa kali dengan dihadiri Kemensos. Biasanya nanti ahli warisnya akan diundang ke Istana Presiden untuk menerima sertifikat gelar Pahlawan Nasional," terang Ginanjar.
Sosok KH Sholeh Iskandar dinilai telah banyak berperan di banyak lini masa mulai dari pra kemerdekaan, masa kemerdekaan, dan setelah kemerdekaan. Dirinya ikut berperang melawan Belanda untuk merebut kemerdekaan.
Ia juga mendirikan lembaga-lembaga lintas bidang yang sampai sekarang masih eksis seperti Pesantren Daarul Falah di Ciampea, UIKA Bogor, Pesantren Tarbiyatun Nissa, BPR Amanah Ummah, RS Islam Bogor, hingga Pabrik Karoseri di Kedungbadak.
Ke depan Ginanjar dan kawan-kawannya di TP2GD menargetkan untuk mengusulkan 1 tokoh Bogor setiap tahun untuk mendapat gelar pahlawan nasional. (fat)
Editor : Yosep Awaludin