RADAR BOGOR, Sekelompok emak-emak mendatangi dan berdemo di area galian tanah di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Selasa (4/6/2024).
Aksi emak-emak ini pun sempat ramai di media sosial. Mereka mendesak agar galian tanah merah tersebut segera ditutup.
Camat Sukamakmur, Bakrie Hasan menjelaskan, aksi demo tersebut dilakukan ibu-ibu dari wilayah Kecamatan Jonggol.
Mereka menuntut agar galian tanah merah di Desa Sukaresmi, ditutup karena berpotensi merusak jalan irigasi.
"Karena angkutan galian itu melintasi kawasan Balekambang, Jonggol, warga khawatir jalan irigasi rusak," ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa (4/6/2024).
Kendaraan besar pengangkut galian tanah merah bakal merusak jalur irigasi yang sudah dibeton.
Menurut dia, jalur tersebut memang menjadi jalur lintasan yang ramai dilalui masyarakat Sukamakmur.
Pemernah Kecamatan Sukamakmur, kata Bakri, langsung menurunkan anggota Satpol PP ke lokasi galian bersama Satpol PP Kabupaten Bogor.
"Kalau urusan izin galian itu ke Provinsi," terang Camat Sukamakmur.
Ditanya berapa jumlah galian tanah merah di Kecamatan Sukamakmur, Bakri Hasan menegaskan hanya satu itu di Desa Sukaresmi.
"Sudah kami tindak hari Senin 3 Juni 2024 kemarin," katanya.(abi)
Editor : Alpin.