RADAR BOGOR - Pemerintah Kota Bogor terus menggenjot upaya penanganan stunting. Salah satunya dengan menggandeng puluhan stakeholder berbagai bidang.
Upaya ini diawali dengan rapat pembahasan perluasan kolaborasi pentahelix penanganan stunting yang dilaksanakan di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) pada Kamis (6/6/2024).
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Anas S Resmana menerangkan jumlah kasus stunting di Kota Bogor telah mengalami penurunan.
Namun jumlah penurunan tersebut masih di angka 0,5 persen. Dari sebelumnya 2.363 balita stunting di tahun 2023, pada tahun ini menjadi 1.849 balita stunting. Meski demikian dirinya masih terus ingin berupaya menekan angka stunting.
"Selama ini kami sudah melakukan berbagai jenis inovasi program seperti program pencegahan melalui pendekatan continuum of care bertajuk Taleus Bogor, program penyuluhan Ibu Anak Tangguh Kota Bogor (Batagor), pemberian bantuan telurndari ASN (Pemkot Penting-Lur. Kemudian mini lokakarya, audit kasus stunting, konvergensi stuting, dan pemberian makanan tambahan," beber dia.
Kendati demikian, Anas mengungkapkan masih ada satu program yang belum berjalan maksimal yakni Bapak Asuh Atasi Stunting (Basuh Anting).
Pada program ini sektor swasta, tokoh, LSM, Komunitas, dan stakeholder lain diajak untuk masing-masing membantu 5 anak stunting di luar penerima manfaat program yang sudah ada sebelymnya.
Tugasnya antara lain membantu mengurus adminduk, membantu memastikan BPJS mereka tidak bermasalah, memastikan keluarga penderita stunting memanfaatkan fasilitas kesehatan, melaporkan kondisi kesehatan lingkungan tempat tinggalnya, dan memastikan baiknya asupan para penderita stunting.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (P2M) Bapperida Kota Bogor, Ara Wiraswara menjelaskan rapat tersebut bertujuan mengajak stakeholder pentahelix di Kota Bogor untuk ikut berkomitmen menangani stunting.
"Rapat ini akan berlanjut pada penandatanganan komitmen bersama penanganan stunting di acara Rembug Stunting yang akan berlangsung pada tanggal 10 Juni 2024 mendatang," terang Ara.
Lewat penandatanganan itu diharapkan adanya aksi nyata dari stakeholder mengatasi stunting di Kota Bogor dengan kewenangan dan perannya masing-masing. (fat)
Editor : Yosep Awaludin