RADAR BOGOR, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniwan meninjau langsung lokasi longsor di Kampung Ciburial, Desa Tangkil, Caringin, Kabupaten Bogor, Kamis (6/6/2024).
Seelah mengcek lokasi, Dirut Perumda Tirta Pakuan memastikan pelanggan zona 1 tidak terganggu akibat bencana alam tersebut.
Saat ini, Perumda Tirta Pakuan tengah fokus pada penanganan material longsor yang menutup akses jalan dan saluran air pembuang overflow dari mata air Tangkil.
"Saat ini kami kerjakan normalisasi kali yang tertutup longsoran tanah. Ini harus cepat diselesaikan, karena kalau tidak dampaknya akan sangat besar bagi pelanggan," kata Rino kepada Radar Bogor di lokasi kejadian, Kamis (6/4/2024).
Untuk diketahui, dua hari pasca longsor, akses menuju sumber mata air Tangkil milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor masih tertutup.
Perumda Tirta Pakuan bersama warga sekitar bahu-membahu membersihkan material longsor yang menutup saluran air, yang menyebabkan genangan air setinggi 1-3 meter di sekitar mata air Tangkil.
Saluran air selebar 2 meter ini tertutup longsor pada Selasa malam (4/6), dari atas tebing setinggi 20 meter.
Material menutup akses jalan menuju mata air Tangkil yang menjadi sumber air baku bagi 8000 pelanggan Tirta Pakuan di Zona 1.
"Karena kalinya tertutup longsor, alirannya jadi tersumbat. Sehingga menjadi genangan sedalam 3 meter di dekat pintu masuk mata air Tangkil," kata Rino.
Meski demikian, hingga Kamis pagi, Rino memastikan pelayanan air bersih ke wilayah Rancamaya, Ciawi, Harjasari dan sekitarnya masih normal.
Sebab, genangan air yang dikhawatirkan bisa mengganggu produksi mata air Tangkil sudah bisa teratasi.
"Tiga alat berat kita gunakan untuk membersihkan material longsor. Yang penting saluran airnya sudah mulai lancar, karena kalau masih tersumbat dan menggenangi Mata Air, maka dampaknya akan sangat dahsyat (bagi pelayanan)," ujar Dirut Perumda Tirta Pakuan itu.
Menurutnya, Tirta Pakuan akan terus berikhtiar menjaga pelayanan air bersih kepada para pelanggan.
Meski demikian, dia mengimbau pelanggan agar tetap menampung air saat masih mengalir mengingat kondisi saat ini masih belum stabil.
"Potensi longsor masih tetap ada, apalagi curah hujan masih tinggi. Tapi kami dengan sepenuh hati akan terus memonitor dan bekerja cepat jika suatu saat terjadi emergency," tandasnya.
Dirut Perumda Tirta Pakuan menyampaikan terima kasih kepada warga sekitar dan seluruh pihak yang membantu penanganan kejadian yang tak terduga ini.(cok)
Editor : Alpin.