RADAR BOGOR, Warga Desa Cigombong dan Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, yang berada di sekitar Taman Kehati mayoritas berkecimpung di sektor pertanian dan perikanan.
Sayuti, salah seorang warga lokal mengatakan, kedua sektor pertanian dan peikanan merupakan mata pencaharian turun-temurun yang dijalani masyarakat, meskipun saat ini ada juga yang berprofesi sebagai karyawan pabrik.
Hampir setiap rumah di kedua desa di Cigombong tersebut memanfaatkan lahan pekarangan untuk dijadikan kolam ikan dengan ukuran antara 2 meter hingga 6 meter persegi.
"Selain itu, di wilayah ini juga terdapat beberapa kelompok peternak ikan air tawar dengan jenis ikan yang dibudidayakan umumnya adalah ikan nila dan lele," ujarnya, Kamis (6/6/2024).
Namun ketika pandemi Covid-19, lanjutnya, terjadi penurunan pendapatan masyarakat, sehingga berdampak terhadap kemampuan daya beli masyarakat dalam membeli pakan.
Di sisi lain, pakan merupakan kebutuhan terbesar dalam budidaya perikanan. Biaya produksi total pakan mencapai 70 persen.
Dewasa ini volume pakan komersil di pasar sangat beranekaragam baik jenis maupun komposisi.
Hal ini tentu menuntut sensitivitas dan seleksi yang tinggi agar mampu memilih pakan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, terutama bagi masyarakat yang tergolong peternak skala kecil.
Selain itu, budidaya ikan air tawar, dalam hal ini jenis ikan nila dan lele, secara intensif berpotensi menurunkan kualitas air kaitannya dengan peningkatan kadar amonia dan H2S.
Untuk itu, PT Tirta Investama (AQUA) - Plant Citeureup mengembangkan program inovasi di sektor perikanan bermitra dengan PT Jauhar Hidro Mekraton.
Dalam rangka pengembangan inovasi di Taman Kehati Lido, PT TIV – Citeureup telah memperoleh Hak Cipta pada tahun 2021 terkait modul berjudul "Pemanfaatan Spesies Azolla microphylla dan Pakan Probiotik untuk Pengendalian Kualitas Air dalam Budidaya Ikan Lele (Clarias sp.)".
Modul tersebut tercatat di Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual-Kemenkumham dengan nomor pencatatan ciptaan 000277672.
Selanjutnya pada tahun 2023, kegiatan inovasi di Taman Kehati Lido dilanjutkan dengan "Budidaya Wolfia arrihza untuk Bahan Baku Pakan Alternatif" yang juga telah memperoleh Hak Cipta dengan nomor pencatatan 000515594.
Tenaga Ahli PT Jauhar Hidro Mekatron, Getsamani F. Feligi menuturkan, melalui pengembangan inovasi di Taman Kehati Lido, diharapkan masyarakat dapat memiliki alternatif pakan yang bernutrisi dengan harga yang terjangkau dan ramah lingkungan dalam berbudidaya ikan air tawar seperti nila dan lele.
"Pengembangan ke depan diharapkan masyarakat dapat membentuk unit usaha dalam memproduksi pakan secara mandiri, dengan serangkaian pelatihan ataupun pendampingan," pungkasnya.(cok)
Editor : Alpin.