Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

6 Jemaah Haji Kabupaten Bogor Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Terkendala Masalah Ini  

Jaenal Abidin • Jumat, 7 Juni 2024 | 10:25 WIB
Sejumlah jemaah haji Kabupaten Bogor saat diberangkatkan di Gedung Tegar Beriman, Cibinong. Pemkab Bogor telah berangkatkan sebanyak 3.531 jemaah haji.
Sejumlah jemaah haji Kabupaten Bogor saat diberangkatkan di Gedung Tegar Beriman, Cibinong. Pemkab Bogor telah berangkatkan sebanyak 3.531 jemaah haji.

RADAR BOGOR - Sebanyak 3.024 jemaah haji Kabupaten Bogor sudah diberangkatkan ke tanah suci dari total jumlah 3.531 jemaah untuk tahun 2024.

Dari sekian banyak jemaah haji yang diberangkatkan, ada 6 orang yang gagal berangkat karena terkendala hamil dan menjalani pengobatan.

"Kita mendapatkan data dari Kemenag untuk keberangkatan jemaah haji itu ada 10 kali dengan 61 kloter, total jemaah haji kita 3.531 orang," ungkap Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Luki Gema Safari kepada wartawan, Kamis (6/6/2024).

Saat ini jumlah jemaah haji yang sudah berangkat dari total jumlah tersebut, ada  3.024 jemaah. Tapi ada beberapa jemaah haji tidak diberangkatkan.

"Yang sudah di pastikan tidak berangkat ada 6 jemaah haji, salah satunya tidak layak terbang karena cuci darah ada juga yang karena gula," jelasnya.

Menurut Luki yang juga petugas pemeriksa kesehatan jemaah haji, ada satu orang dari enam jemaah haji yang gagal berangkat itu istrinya hamil sudah usia 30 minggu.

"Kalau yang lima nanti ada pemeriksaan ulang, kalau mereka layak berangkat ya bisa di berangkatkan tapi kalau dia tidak layak itu bisa digantikan dengan pihak keluarga dengan mengurus ke Kemenag," jelasnya.

Sedangkan untuk kesehatan haji dari akhir tahun kemarin pihaknya sudah melaksanakan pemeriksaan.

"Dari 101 puskesmas hanya 40 puskesmas yang memenuhi syarat untuk menjalankan pemeriksaan kesehatannya," pungkasnya.

Pemeriksaan dari bulan Desember sudah mulai, karena pihaknya mendapat info jika jemaah haji dinyatakan istitha'ah baru diarahkan untuk pelunasan.

"Dari Desember sampai Maret sudah dilaksanakan pemeriksaan, setelah diperiksa para jemaah haji juga diwajibkan mengikuti monitoring kesehatan, tes fisik seperti jalan, lari di puskesmas," ucapnya.

Setelah itu, Medical check up (MCU) di wilayah-wilayah terdekat, itu terlihat dengan pemeriksaan laboratorium Rontgen EKG.

"Memang untuk tahun ini pemeriksaan kesehatan sangat ketat, jadi petugas kesehatan pun benar-benar memantau kondisi jemaah yang berangkat tahun ini," katanya.

Tahun ini kebanyakan jemaah haji lansia karena dua tahun kemarin covid, sehingga diutamakan kuotanya untuk lansia. (abi)

Editor : Yosep Awaludin
#jemaah haji #kemenag #kabupaten bogor