RADAR BOGOR – Pemerintah berupaya memastikan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok stabil menjelang Idul Adha.
Kementerian Perdagangan secara teratur mengecek harga bahan pokok di pasar di seluruh Indonesia.
Harga beberapa barang ada yang turun dan naik.
Menurut Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, sebelum libur Idul Adha harga bahan kebutuhan pokok relatif stabil.
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan bahkan melakukan kunjungan langsung ke dua pasar yakni Kamis (6/6) di Pasar Kranggot di Banten dan Jumat (7/6) di Pasar Karangayu di Semarang.
”Semua bahan kebutuhan pokok tersedia, harga stabil,” klaimnya.
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan dan timnya mengawasi berbagai produk makanan seperti bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam, daging ayam, beras medium dan premium, dan gula.
Secara nasional rata-rata harga beras premium Rp 15.430/kilogram dan beras medium Rp 13.390/kilogram, itu berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 7 Juni 2024.
Setelah itu, harga bawang putih bonggol adalah Rp 42.450/kilogram.
Menurut data yang sama, harga cabai merah keriting adalah Rp48.520 per kilogram, cabai rawit merah adalah Rp46.330, dan harga daging ayam ras adalah Rp36.840 tiap kilogram.
Selanjutnya, harga telur ayam adalah Rp 29.770/kilogram, harga minyak goreng kemasan sederhana adalah Rp 17.870/kilogram, dan harga gula adalah Rp 18.280/kilogram.
Untuk menjaga pasokan dan harga beras stabil di pasar tradisional dan ritel modern di seluruh Indonesia, pemerintah melalui Bapanas sebelumnya memperpanjang relaksasi harga eceran tertinggi (HET) untuk beras medium dan premium.
Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa ketersediaan hewan kurban, termasuk sapi, kerbau, kambing, dan domba, aman dan mencukupi untuk Idul Adha, bahkan jika ada kelebihan.
Secara nasional, kata dia, kebutuhan hewan kurban mencapai 1,97 juta ekor, sementara ketersediaan saat ini adalah 2,06 juta ekor.
”Aman dan cukup sampai Idul Adha. Saya sudah menerima laporannya, dan jumlah itu cukup.,” paparnya.
Dia menyatakan bahwa Kementerian Pertanian saat ini terus memantau jumlah hewan kurban yang tersedia di daerah.
tidak hanya ketersediaan tetapi kesehatan juga.
Menurut Nasrullah, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah penting untuk memastikan pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar.
Dalam hal sertifikat kesehatan ternak yang dilalulintaskan.
Selanjutnya, pemeriksaan ear tag untuk memastikan bahwa ternak telah terdaftar. (agf/mia/c7/fal)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim