RADAR BOGOR, Gerak langkah beberapa komunitas di Bogor, sudah semangat bersenam riang di tepi Sungai Ciliwung, Minggu (9/6/2024).
Mereka adalah ibu-ibu dan bapak-bapak yang tergabung dalam beberapa komunitas. Kalau biasanya bersenam itu di lapangan, kini mereka pindah ke tepi Sungai Ciliwung.
Senam di tepi sungai ini adalah rangkaian acara memperingati Hari Lingkungan Hidup se-dunia. Gabungan komunitas ini bersama Pemkot Bogor menghabiskan waktu berkegiatan di tepi Sungai Ciliwung.
Selain bersenam, mereka juga ikut membersihkan sungai dari sampah-sampah yang mengganggu.
Sambil memegang karung setiap orang jalan berkeliling memunguti sampah satu persatu. Total ada sekitar 466 kilogram sampah yang terkumpul.
Tak hanya itu di penutup acara mereka diajar bermain angklung bersama. Mereka dipandu untuk memainkan lagu menggunakan angklung.
"Ada beberapa komunitas yang tergabung di kegiatan ini seperti Komunitas Peduli Sungai Ciliwung, Satgas Naturalisasi Ciliwung, Saung Alkesa, senam, dan sepeda, serta dari Pemkot," kata Sekretaris Satgas Naturalisasi Ciliwung Een Irawan Putra.
Een menjelaskan saat ini masalah sampah di Ciliwung masih belum terselesaikan. Masyarakat masih belum sepenuhnya tertib untuk tidak membuang sampah di sungai.
Lewat kegiatan seperti ini lah, kata dia, masyarakat diajak untuk berhenti buang sampah di sungai. Sebab sampah yang dibuang bahkan seringkali berbahaya bagi manusia maupun alam sekitar.
"Kegiatan ini adalah program sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan khususnya sungai Ciliwung," ujarnya.
Selain itu, Ia mengungkapkan saat ini kondisi sungai Ciliwung mulai memasuki musim kemarau sehingga aliran air mulai sedikit.
Mereka pun bisa lebih mudah berkegiatan dengan berkurangnya aliran air di sungai ini."Mulai masuk kemarau jadi bisa beraktivitas di tempat ini," sebutnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Tety Sovia menyebut rangkaian Hari Lingkungan Hidup se-dunia ini sengaja berkolaborasi dengan masyarakat dari beberapa komunitas agar menularkan semangat menjaga lingkungan.
Mereka juga turut memberikan edukasi agar membiasakan untuk memilah sampah yang ingin dibuang.
"Memberikan edukasi agar mencegah sampah masuk ke sungai karena kondisi sungai sangat memprihatikan. Dan sampah yang biasa dibuang yaitu sampah rumah tangga," ungkapnya.
Selain itu, Ia juga mengajak peserta khususnya ibu rumah tangga memilah sampah agar mudah didaur ulang. Apalagi ibu rumah tangga mempunyai peran penting di rumah sehingga harus memiliki pengetahuan tentang memilah sampah.
"Mengolah sampah bisa jadi cuman dimulai dari rumah, keluarga dilatih agar bisa memilah sampah agar saat ke TPA terjadi pengurangan sampah," jelasnya.
Menurutnya penanganan sampah bukan hanya tanggungjawab DLH namun masyarakat juga harus berperan aktif.
Salah satunya lewat pemilihan dan tidak membuang sampah yang bila dilakukan dengan baik maka kebersihan lingkungan akan terjaga.
"Masyarakat harus memperhatikan betul kebersihan lingkungan hidup. Jangan membuang sampah sembarangan," sebutnya. (rp1)
Editor : Alpin.