RADAR BOGOR - Kepala SMAN 2 Kota Bogor Bambang Aryan tegaskan bahwa proses PPDB di sekolahnya tidak ada kecurangan.
Berita-berita yang beredar soal PPDB di SMAN 2 Kota Bogor ditegaskan Bambang tidak benar dan tidak sesuai fakta.
Sebab kata dia, melalui jalur apapun SMAN 2 Kota Bogor sudah pastikan semua sesuai prosedur.
"SMAN 2 itu dikelilingi rumah warga, mereka pada daftar dan setelah diperiksa, ya benar mereka sudah lama tinggal di sana," kata Bambang kepada Radar Bogor.
Berbeda dengan sekolah-sekolah yang tidak dikelilingi perumahan.
Bambang menegaskan, bahwa semua persyaratan benar-benar dipastikan sesuai prosedur.
Bambang juga pastikan tidak ada titipan, melalui siapapun yang ada di sekolah, apalagi melalui kepala sekolah.
Dia benar-benar memastikan langsung, bersama semua yang terlibat dalam PPDB SMAN 2 Kota Bogor.
"Semua kami periksa dengan teliti, sesuai aturan, tidak ada titipan," cetusnya.
Memang, kata dia, ada sejumlah kasus, ada peserta yang mengisi jarak dekat dengan sekolah.
Namun karena ketelitian dan ketegasan sekolah, mereka kembali memeriksa berkas tiap peserta.
"Beberapa ada yang isinya berjarak dekat, kami periksa semua, tapi nyatanya ada yang jauh, jadi ya dengan berat hati harus gugur," ungkap Bambang.
Atas hal itu, Bambang pun meminta agar tiap peserta dan orang tua agar jumawa, menerima proses yang sudah berjalan.
Juga, lanjutnya, tidak semerta-merta langsung meramaikan soal indikasi kecurangan.
"Ini semua harus di-crosscheck semua, faktanya di lapangan, sehingga jelas," beber Bambang.
Dia juga menyebut, bahwa SMAN 2 Kota Bogor sudah menandatangani pakta integritas soal proses PPDB se-Jawa Barat.
Itu merupakan komitmen yang dilakukan semua sekolah, untuk melaksanakan prosedur PPDB sesuai aturan.
Tanpa adanya celah-celah kecurangan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga