RADAR BOGOR - Ratusan elemen unsur pentahelix di Kota Bogor kembali bersepakat untuk memberantas kasus stunting pada tahun ini.
Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama dalam acara Rembuk Stunting di Swiss-Belinn Hotel, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur pada Senin (10/6/2024).
Penandatanganan komitmen bersama ini dilakukan oleh unsur pemerintahan yakni OPD dan camat, unsur akademisi yakni UIKA Bogor dan IPB, unsur usaha dan bisnis yakni sejumlah asosiasi pengusaha dan hotel, organisasi masyarakat, hingga perusahaan media yakni Radar Bogor dan RRI.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah menjelaskan, Rembuk Stunting ini termasuk dalam 8 aksi konvergensi penanganan stunting di Kota Bogor.
Tujuannya yakni pemaparan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kerja intervensi penurunan stunting ke depan.
"Deklarasi kembali komitmen ini kami gelar setiap tahun untuk mengkukuhkan komitmen bersama dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting di tahun 2024," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Pemkot Bogor mengajak seluruh OPD untuk kembali memaksimalkan program pemberian bantuan telur dari ASN yakni Pemkot Penting-Lur. Sebab menurut Syarifah program ini telah berhasil menurunkan angka stunting di tahun lalu.
Pada tahun 2024 ini setiap ASN diminta memberikan sumbangan telur sebanyak 1 kilogram setiap bulan untuk membantu 902 balita stunting dan keluarga rawan stunting mendapatkan asupan protein yang lebih baik.
Sementara itu dari unsur pengusaha atau bisnis diminta untuk turut serta berperan dalam program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) dengan mengasuh 5 anak stunting.
Bukan saja memenuhi kebutuhannya namun juga membantu mereka mengurus adminduk, membantu memastikan BPJS mereka tidak bermasalah.
Kemudian, memastikam keluarga penderita stunting memanfaatkan fasilitas kesehatan, melaporkan kondisi kesehatan lingkungan tempat tinggalnya, dan memastikan baiknya asupan para penderita stunting.
Syarifah menjelaskan pada tahun lalu tingkat prevalensi stunting di Kota Bogor berada di angka 18,7 persen. Namun kini telah turun sebesar 0,5 persen menjadi 18,2 persen.
"Kota Bogor termasuk 1 dari 9 kota kabupaten yang turun stuntingnya. Perlu komitmen bersama karena kita punya 10 persen yang resiko stunting.Setelah penimbangan serentak mduha mudahan hasilnya ada penurunan lagi," harap dia.
Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari berterima kasih dan mengapresiasi upaya yang telah dilakukan jajaran Pemkot Bogor dan stakeholder lain atas penurunan angka stjnting yang telah dicapai.
Ia mendorong hal itu ekmbali dilakukan dengan semangat pasa tahun ini agar angka kasus stunting kembali berkurang.
"Terima kasih juga kepada perguruan tinggi, media, dunia usaha yang sudah menandatangani komitmen bersama ini. Kami tunggu rencana aksinya berkontribusi aktif dan konkret pada penurunan stunting. Sebab penanganan stunting butuh perencanaan yang baik supaya hasilnya maksimal," ujarnya.
Hery mengatakan di tahun ini Pemkot Bogor amat serius menurunkan angka stunting. Bahkan total anggaran yang digelontorkan untuk hal itu mencapai Rp198 miliar atau sekira 9,47 persen dari total APBD Rp3,2 triliun.
"Bahkan kalau perlu mekanisme perubahan atau pergeseran dimaksimalkan. Sekiranya ada yqng perlu dibooster akan diusahakan," garansinya. (fat)
Editor : Yosep Awaludin