Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bantu Atasi Darurat Pangan, Polbangtan dan PEPI Berangkatkan Seribu Mahasiswa ke Sejumlah Wilayah

Fikri Rahmat Utama • Senin, 10 Juni 2024 | 14:46 WIB
Pelepasan Pendampingan Mahasiswa Polbangtan dan PEPI - BPPSDMP Kementan RI.
Pelepasan Pendampingan Mahasiswa Polbangtan dan PEPI - BPPSDMP Kementan RI.

RADAR BOGOR - Penguatan pertanian agar tidak terjadi darurat pangan terus dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan menerjunkan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian atau Polbangtan dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Pelepasan mahasiswa Polbangtan dan PEPI ini dipimpin langsung Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman yang berpusat di Polbangtan Bogor pada Senin (10/6/2024).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan pemberangkatan mahasiswa Polbangtan dan PEPI ini juga bagian dari program MBKM. Mereka akan pergi ke lokasi-lokasi kegiatan antisipasi darurat pangan nasional.

"Ada tiga kegiatan, yang pertama adalah pompanisasi di lahan sawah telah hujan, kedua optimasi lahan rawa, dan ketiga tumpang sisip pandi gogo di lahan perkebunan," jelasnya.

Ia menyebut ada 1029 mahasiswa yang diberangkatkan, beberapa sudah ada di lokasi lalu sebagian lagi akan diberangkatkan bertahap setelah mengikuti Bimtek. Mahasiswa disebar di 9 Provinsi yang menjadi lokasi perluasan areal tanam (PAT).

"Arahan Mentan agar mahasiswa harus mampu membantu perluasan area tanah seperti lewat pompanisasi. Jadi di Bimtek diarahkan ke agar mampu mengoperasikan pompa, TR2, TR4, kemudian harvester," ungkapnya.

Ia berharap mahasiswa yang pergi nantinya mampu menguasai alat pertanian modern dengan baik. Sehingga mampu mendongkrak produktivitas dan produksi pertanian.

"Mentan juga berpesan agar mahasiswa menjadi wirausaha muda pertanian yang tangguh. Sebab 10 konglomerat itu, 8 orang diantaranya berasal dari sektor pertanian," ujarnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan melihat antusias yang baik maka pihaknya akan mencoba meningkatkan jumlah mahasiswa yang pergi.

"Target tahun depan 5 ribu, bahkan sampai 10 ribu orang. Kemudian dari sana akan dibentuk nanti kluster-kluster untuk membuat ekosistem agribisnis sehingga membantu wirausaha muda pertanian ke depannya," jelasnya.

Menteri Amran Sulaiman mengatakan program ini adalah bentuk untuk membina dan mengembangkan petani milenial da Gen Z.

Sebab pertanian sangat vital bagi negara sehingga mahasiswa yang diterjunkan bisa membantu pengembangan pertanian.

"Mereka pergi ke 9 provinsi yang menjadi penyangga pangan nasional atau sentra produksi pangan. Setelah ini kampus lain juga akan menyusul untuk membantu program ini," katanya.

Para mahasiswa nanti akan berfokus pada membantu dan mengawasi sejumlah program yang dijalankan pemerintah.

Pengawasan yang dilakukan akan jadi bahan pembelajaran bagi mereka agar siap menjadi tenaga ahli atau wirausaha di bidang pertanian.

"Nanti mahasiswa yang mendapatkan nilai terbaik dari program ini akan dikirim belajar ke luar negeri. Agar mampu menjalankan pertanian modern," bebernya.

Amran juga menuturkan program ini adalah program utama yang mereka lakukan. Kementan menurutnya ingin agar SDM pertanian bisa semakin berkualitas.

"Anggaran akan diperbanyak untuk berfokus di SDM untuk meningkatkan kualitas," sebutnya.

Sementara itu, Mahasiswa Polbangtan, Gitana Arum Prastanika mengungkapkan program MBKM ini bisa sangat membantu ia mendapatkan pengetahuan dan pengalaman terkait dengan program-program yang berkaitan pertanian. Selain itu ia juga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan petani di lokasi programnya.

"Saya kebetulan sudah terjun ke lokasi yaitu di Kabupaten Bandung untuk membantu petani di sana," ungkap mahasiswa 21 tahun ini.

Ia dan teman-temannya saat ini berfokus untuk memberikan sosialisasi terkait pertanian. Ini sejalan dengan jurusan yang dia miliki yaitu penyuluhan pertanian.

"Kami akan MBKM selama 3 bulan dan akan terus memotori dan membantu masyarakat dalam bertani yang baik dan benar," ungkapnya. (rp1)

Editor : Yosep Awaludin
#Darurat Pangan #polbangtan #mahasiswa