Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cegah Bahaya Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba, Warga RW 07 dan RW 08 Kelurahan Cilendek Barat Ikuti Penyuluhan dari BNN

Muhammad Ruri Ariatullah • Senin, 10 Juni 2024 | 17:31 WIB

Suasana penyluhan bahaya narkoba di Masjid Baitussalam. (Ruri/Radar Bogor)
Suasana penyluhan bahaya narkoba di Masjid Baitussalam. (Ruri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR-Rukun Warga (RW) 07 dan 08, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor mengadakan penyuluhan sekaligus sosialiasi bahaya narkoba di Masjid Baitussalam, Minggu (9/6/2024) tadi malam.

Hal itu dilakukan untuk memberikan informasi kepada para warga, khususnya orang tua betapa bahayanya penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Baca Juga: Kendalikan Jumlah Penduduk Bogor, Pemkab Bogor Lakukan Layanan KB MOW dan MOP, Berikut Penjelasannya

Ketua RW 07, Asep Burhan mengatakan, penyuluhan ini berawal karena ada salah satu warganya yang menjadi tersangka penyalahgunaan narkoba. Pihaknya bersama RW 08 dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitussalam kemudian mengaggas pelaksanaan kegiatan ini.

Kami tak ingin ke depannya ada warga dari kedua RW mengalami hal serupa. Saya berharap dengan adanya seminar ini, penyalahgunaan narkoba bisa berhenti khususnya di wilayah kami,” ujarnya.

Ketua RW 08, Agus Rahmat menambahkan, langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan melakukan kordinasi dengan babinsa dan bhabinkamtibmas, untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di wilayahnya.

Kemudian akan menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan positif yang bisa diikuti seluruh warganya. Diantaranya olahraga bersama,” ucapnya.

Baca Juga: Mentan Amran Sulaiman Minta Mahasiswa Polbangtan Bogor Lebih Digembleng, Ini Alasannya

Pada kesempatan yang sama, Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN Kabupaten Bogor, Sutrianingsih mengungkapkan jika penyalahgunaan narkoba sudah menyasar usia 15-24 tahun. Hal ini menjadi fokus para orang tua untuk mengawasi pergaulan anak-anak mereka di luar.

Sumber awal narkoba bisa diperoleh usia remaja dari lingkungan sekitar. Jika dahulu didominasi para pekerja, karena memiliki penghasilan tetap untuk membeli narkoba,” ujarnya.

Wanita yang karib disapa Triani ini menjelaskan, untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di kalangan pelajar meluas, BNN rutin melakukan sosialisasi ke lingkungan pendidikan. Dengan tagline Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba), pihaknya memberi penyuluhan kepada para pelajar.

Kami juga melakukan tes urine kepada siswa siswi. Serta membentuk satgas (satuan tugas) dengan melibatkan ekstrakurikuler.”

Tahun lalu kami libatkan OSIS, maka pada 2024 ini giliran pramuka yang kami bina dan beri pelatihan selama lima kali pertemuan,” imbuhnya.

 

Program yang diberi nama Ketahanan Diri Remaja ini diharapkan mampu memberikan gambaran kepada pelajar tentang bahayanya narkoba. “Mereka nanti akan menjelaskan kepada teman-temannya agar tidak terjebak pada penyalahgunaan narkoba. Namun, jika sudah terjerat, bisa diberikan konseling untuk masuk ke panti rehabilitasi milik BNN. Tidak dipungut biaya (selama masa rehabilitasi), dan data diri kami rahasiakan,” tukasnya. (rur)

Editor : Muhammad Ruri Ariatullah
#bogor #bnn