Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

SMAN 6 Kota Bogor Temukan Pendaftar PPDB Gunakan KK di Bawah 1 Tahun dan Tak Pakai Koordinat yang Benar, Ini yang Dilakukan

Reka Faturachman • Senin, 10 Juni 2024 | 21:00 WIB

 

PPDB tingkat SMA/SMK jadi perhatian serius Pemprov Jabar.
PPDB tingkat SMA/SMK jadi perhatian serius Pemprov Jabar.

RADAR BOGOR - Macam-macam masalah atau dugaan kecurangan pendaftar PPDB terus didengar, salah satunya dari SMAN 6 Kota Bogor.

SMAN 6 Kota Bogor menemukan beberapa dugaan kecurangan yang dilakukan oleh pendaftar PPDB.

Mulai dari penggunaan Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan di bawah 1 tahun hingga penentuan titik koordinat yang tidak sesuai dengan lokasi alamat sebenarnya, oleh pendaftar PPDB di SMAN 6 Kota Bogor.

Ketua Panitia PPDB SMAN 6 Kota Bogor Iksan Cahyana mengatakan, hal itu ditemukan ketika pihak sekolah melakukan verifikasi dokumen persyaratan para calon peserta didik. 

"Kebanyakan ada yang KK-nya belum 1 tahun. Ada juga yang KK-nya tidak aktif. Padahal seharusnya KK itu minimal sudah diterbitkan selama 1 tahun," ujarnya kepada Radar Bogor, Senin (10/6/2024).

Pihaknya juga menemukan, adanya dugaan kecurangan yang dilakukan dengan cara memindahkan titik koordinat rumah tidak sesuai dengan alamat asli. 

"Saat menemukan seperti itu kami berikan pemberitahuan kepada pendaftar di webiste dengan notifikasi," kata dia.

"Menurut orang tua saat mereka masukkan itu sudah sesuai, tapi saat diperiksa bergeser. Kami tidak tahu ketika ada titik yang berbeda itu karena sistem atau kesengajaan," ucap Iksan.

Dirinya memastikan, pihak sekolah akan selalu mengoreksi, apabila menemukan hal-hal yang tidak sesuai secara detil, dengan cara mengirimkan pemberitahuan di website.

Mereka juga akan menghubungi nomor yang diberikan pendaftar, untuk memberitahukan apabila ada kesalahan yang mereka lakukan.

Supaya dapat diperbaiki dan tidak merugikan calon peserta didik.

Hal itu disebutnya dapat dibuktikan karena setiap sekolah pasti memiliki bukti upaya perbaikan tersebut.

Pihak sekolah, kata dia, tidak boleh langsung menolak. Melainkan memberi ruang dan waktu sampai sesuai.

"Setelah diperbaiki akan kami lihat lagi. Meskipun ada orang yang bisa sampai berkali-kali perbaikan karena ngotot menggunakan data yang sebenarnya tidak sesuai dengan juknis yang ada," terang dia.

Hal-hal itu pun disebutnya berdampak pada lamanya proses verifikasi.

Kondisi ini diperparah dengan adanya sejumlah pendaftar yang sulit dihubungi untuk memperbaiki kesalahannya.

"Batas untuk verifikasi itu hari ini, Senin (10/6/2024) malam pukul 23.59 WIB. Setelah itu jika ada yang belum verifikasi maka sistem akan menentukan apakah pendaftar layak atau tidak layak," jelas Iksan.

Hingga Senin (10/6/2024) malam terdapat 437 pensaftar yang berhasil diverifikasi oleh SMAN 6 Kota Bogor.

Iksan menyebut pendaftar terdekat berjarak 100-an meter sementara jarak terjauh mencapai 2 ribu meter.

"Memang setiap tahun ada yang sampai 100 meter karena kami ada di tengah permukiman padat penduduk. Kami coba untuk memverifikasi yang terdekat dan ternyata emang ada," tutur dia.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #SMAN 6 #pendaftar ppdb