RADAR BOGOR - Kepala desa mengaku tidak punya pilihan selain mendukung pengusaha wisata dalam menggarap lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) di Kawasan Puncak, Bogor.
Sebab, garapan lahan PTPN di Kawasan Puncak Bogor juga memberikan dampak baik terhadap warga lokal dalam penyerapan tenaga kerja.
Menurut Kepala Desa Tugu Selatan Eko Windiana, pemdes hanya bisa menyambut penerapan tenaga kerja, dari masifnya pembangunan objek wisata baru di lahan-lahan PTPN di Kawasan Puncak Bogor.
"Sisi positif buat masyarakat yang sampai hari ini mencari pekerjaan, apalagi pasca Covid-19 tiga tahun ini," ungkapnya kepada Radar Bogor, Senin (10/6).
Di desanya sendiri, cukup banyak lahan PTPN Gunung Mas yang saat ini dikerjasamakan dengan pengusaha wisata.
Meski telah menyerap ratusan tenaga kerja, namun Eko mengaku masih menerima keluhan dari warganya yang belum mendapat pekerjaan.
Sementara berkaitan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kerja sama tersebut, dia menyebut di luar kewenangannya.
"Kalau warga intinya siapapun yang berinvestasi selama itu bermanfaat untuk warga dalam hal penyerapan tenaga kerja pasti warga ikut terlibat di sana," tegasnya.
Terkait perizinan dan hal administrasi lainnya, Kades Tugu Selatan itu menyebut kewenangan pemerintah daerah dan pusat.
Sementara, kata dia, produksi teh di Gunung Mas juga tidak mampu memenuhi upah karyawan yang kebanyakan warga sekitar.
"Jadi memang harus ada berbagai inovasi yang harus dilakukan Gunung Mas untuk bisa menghidupi karyawan yang sementara hari ini bergantung di Gunung Mas," tukasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga