RADAR BOGOR - Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu segera panggil PT Sayaga Wisata terkait masalah di Rest Area Puncak.
Pemanggilan Pj Bupati Bogor ke PT Sayaga Wisata, imbas tak kunjung dihuninya Rest Area Gunung Mas Puncak, oleh para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan dingin tersebut.
Persoalan Rest Area Gunung Mas Puncak, Pj Bupati Bogor pun memanggil sejumlah pihak, tidak hanya PT Sayaga Wisata.
Menurut Asmawa, pembahasan nantinya, dia akan fokus pada pemanfaatan Rest Area Gunung Mas Puncak.
"Rest area yang sudah dibangun beberapa tahun yang lalu dengan anggaran yang lumayan besar, tapi kemudian sekarang belum bisa dirasakan manfaatnya secara optimal," tegasnya.
Dia juga akan kembali membuat agenda penertiban PKL Kawasan Puncak, yang seharusnya mulai menempati kios di rest area yang sudah disepakati bersama.
Sebab saat ini, lanjut Pj Bupati, rest area punya 600 kios, 300 kuncinya sudah diambil PKL.
"Beberapa waktu lalu, 160 pedagang sudah masuk, tapi malah keluar lagi," beber Pj Bupati.
Masalah di lapangan, kata Asmawa, PKL merasa fasilitas kurang baik.
Misalnya air bersih, tempat sampah, dan lainnya.
Ada pula masalah portal parkir berbayar.
"Ini nanti ingin kita gratiskan saja, biar semua bisa masuk serta beberapa fasilitas lain," beber dia.
"Mungkin untuk tiga bulan pertama retribusinya tidak perlu ditarik, kecuali untuk sewa listrik dan air, itu kan digunakan oleh masing-masing ya, mangga udunan (silahkan patungan)," ungkapnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga