RADAR BOGOR - Ramainya unggahan Bima Arya terkait sampah di Pasar Merdeka Kota Bogor yang numpuk, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor berikan komentarnya.
Menurut Sekertaris DLH Kota Bogor Tety Sovia, sampah yang ada di Kota Bogor tersebar secara merata di seluruh kecamatan.
DLH Kota Bogor mengangkut sekitar 500 ton sampah per hari ke TPA Galuga.
"Sebenarnya kalau per hari itu ada sampai 650-700an ton. Sehingga kami gencar edukasi agar warga ikut memilah sampah mulai dari keluarga untuk mengurangi volume sampah ini," katanya, Minggu (9/6/2024).
Sampah ini diangkut dengan skema 130 rit, dan dibagi per shift setiap harinya.
Tety mengklaim, skema ini sudah cukup untuk mengangkut 500 ton sampah tersebut.
"Untuk jenis sampahnya lebih banyak sampah organik atau sampah dari rumah tangga," sebutnya.
DLH menurutnya, tidak bisa bergerak sendiri mengatasi sampah ini.
Sehingga diharapkan warga berkontribusi untuk mengurangi sampah.
Terlebih saat ini, hanya sampah yang di jalan utama yang benar-benar bisa diatasi.
"Kita terus edukasi bahwa sampah bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja. Mohon warga juga jangan buang sampah sembarangan karena mau sebanyak apapun truk sampah tetap akan kurang kalau hal itu terus dilakukan," ungkapnya.
Adapun saat ini pihaknya tengah menjalankan program RT Bebas Sampah, untuk mengurangi volume sampah secara signifikan.
Program ini dijalankan karena pemukiman warga menjadi salah satu kawasan yang sampahnya sulit diatasi.
"Ini agar warga di setiap RT itu bisa peduli lingkungann dan memilah sendiri sampahnya. Nanti saat ditaruh di jalan untuk diangkut sampah itu sudah terpilah organik dan non organik. Lalu beberapa sampah plastik bisa ditimbang untuk ditukar dengan uang atau sembako," jelasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga