RADAR BOGOR - Badan Eksekutif Mahasiswa dan Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, menggelar aksi demonstrasi di Tugu Kujang, pada Rabu (12/6/2024) siang.
Presiden Mahasiswa Unpak Bogor Gito Pamungkas menjelaskan, pada aksi di Tugu Kujang itu, mereka menyuarakan soal keluh kesahnya terkait reformasi di Indonesia yang telah mati.
Hal itu menurut Presiden Mahasiswa Unpak Bogor saat ditemui di Tugu Kujang, ditandai dengan sejumlah isu yang tengah hangat diperbincangkan.
Seperti Rancangan Undang-undang (RUU) Penyiaran, RUU TNI Polri, konflik agraria di Papua, dan Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
"Bogor siap meramaikan jalanan dengan tajuk aksi reformasi sudah mati. Negeri ini sedang tidak baik baik saja. Semua perjuangan yg dilakukan dengan berdarah-darah dan air mata di tahun 1998 telah dikhianati," ucapnya.
Dirinya memandang, pemerintah telah menggunakan hukum sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan dan menguatkan posisi para pejabat saja.
"Hukum telah diacak-acak dan dilakukan secara busuk untuk menguntungkan pemerinta dan merugikan masyarakat," tekannya.
Terlebih soal Program Tapera, yang menurut Gito bukanlah Tabungan Perumahan Rakyat melainkan Tabungan Pemerasan Rakyat.
Karena ia menduga pemerintah hanya menggunakan kedok gotong royong untuk merampok warga dengan tagihan-tagihan.
"Ini bukan untuk mensejahterakan rakyat. Hanya mengubtungkan segelintir orang saja. Kami tidak ingin Tapera menjadi ladang korupsi baru," tegas Gito.
Oleh karena itu mereka menuntut dan mendesak Pemerintah untuk segera membatalkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2024 tentang Tapera yang mencekik rakyat dengan pemotongan gaji sebesar Rp2,5 persen.
Mereka juga mendorong pemerintah menghentikan proses legalisasi pada RUU tentang Penyiaran, RUU TNI, dan RUU Polri.
Kemudian mendesak pemerintah untuk meniadakan kenaikan pajak PPN sebesar 12 persen, menghentikan eksploitasi lingkungan di Papua dan di Kabupaten Bogor.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga