RADAR BOGOR - Pakar statistika IPB University Bogor, Prof Anik Djuraidah, bisa memprediksi kondisi kekerangan, melalui apa yang sudah dia teliti.
Guru Besar Statistika IPB University Bogor itu, memprediksi kondisi kekeringan, dengan membangun pemodelan statistika dalam menanggulangi kompleksitas spasial.
Menurut Guru Besar Statistika IPB University Bogor Prof Anik Djuraidah, konsep utama dalam statistika spasial, adalah adanya autokorelasi spasial, untuk memprediksi kekeringan.
Itu pun, katanya, harus mengacu pada hukum pertama geografi.
Salah satu model spasio-temporal yang dikembangkan, kata Prof Anik Djuraidah, yaitu Spatio-Temporal Generalized Linear Mixed Model, dengan Respon Tweedie Compound Poisson Gamma dalam Statistical Downscaling.
Sebaran yang dapat menggabungkan kedua komponen tersebut adalah sebaran Tweedie Compound Poisson-Gamma (TCPG).
Prof Anik Djuraidah menerangkan, model itu diduga dengan menggunakan metode kemungkinan hirarki, dan pendugaannya dilakukan secara iteratif menggunakan metode Newton Raphson.
Model spasio-temporal TCPG memiliki akurasi prediksi terbaik untuk satu tahun ke depan.
Penduga parameter dari spasio temporal TCPG meliputi rata-rata banyaknya kejadian hujan, intensitas curah hujan, dan peluang tidak ada kejadian hujan per bulan.
Prediksi dari model ST TCPG mampu menangkap efek spasial dan temporal.
"Dapat disimpulkan bahwa Model ST-TCPG mampu menangani kompleksitas pada efek spasial dan temporal dan mampu memprediksi curah hujan secara akurat,” ujar Prof Anik Djuraidah dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Guur Besar IPB University, 5/6.
Prof Anik menyebut, pemodelan ini juga dapat digunakan untuk memprediksi kekeringan di suatu daerah.
Oleh karena itu, pemodelan spasio temporal penting dalam mengatasi persoalan spasial dan lanskap.
“Kemajuan teknologi informasi dan komputasi memberikan akses yang lebih besar terhadap kemajuan beragam data spasial, yang menjadi tantangan terbesar dalam mengembangkan model geospasial," kata Prof Anik Djuraidah.
Prof Anik meneruskan, pengembangan statistika spasial tidak hanya memerlukan inovasi teknis.
Ia menyebut, pengembangan statistika spasial juga memerlukan kolaborasi antar disiplin ilmu untuk mencapai kemajuan yang signifikan dalam pemahaman dan penyelesaian masalah-masalah spasial yang kompleks.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga