RADAR BOGOR - Pemerintah Kota Bogor berencana mengadopsi pengelolaan sampah dengan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) seperti yang dilakukan di Cimahi dan Banyumas.
Teknologi RDF merupakan proses pengolahan sampah meliputi pengeringan untuk mengurangi kadar airnya, yang sudah dilakukan Ciamis dan Banyumas, dan akan diadopsi Bogor.
Kata Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari, dari yang sudah dilakukan di Ciamis dan Banyumas, sampah itu kemudian dicacah menjadi ukuran kecil menjadi serbuk-serbuk, atau potongan yang seragam, dan siap digunakan sebagai bahan bakar.
Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari mengatakan teknologi RDF dapat menekan timbulan sampah harian dengan efektif, dan menyelesaikan persoalan sampah di dalam Kota.
"Di Cimahi bisa mengelola 50 ton sampah per hari. Kami harap ke depan kita (Kota Bogor) tidak tergantung untuk buang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga. Karena saya membayangkan kekhawatiran jika Galuga ada masalah sedikit saja, kita ada bencana sampah," ujarnya.
Namun hingga saat ini, Pemkot Bogor masih mencari anggaran untuk menerapkan program RDF.
Hery menyebut pihaknya akan berupaya untuk mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat untuk memuluskan rencaba tersebut.
"Besar anggarannya masih dihitung. Di Cimahi yang bisa menyelesaikan 50 ton per hari itu bisa anggarannya sampai puluhan milyar dan itu bantuan dari pusat," ungkap Hery.
Ia mengatakan, seharusnya Kota Bogor sudah memperhatikan program yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan pelayanan yang banyak disoroti.
Terlebih kota ini terdapat Istana Negara tempat Presiden tinggal dan termasuk pada kota metropolitan.
Oleh karena itu, dirinya berharap di masa kepemimpinannya Pemkot Bogor bisa memberikan landasan perencanaan tahun 2025, untuk memberikan perhatian yang lebih berimbang pada 32 urusan di pemerintahan.
Misalnya pada perawatan armada truk pengangkut sampah yang selama ini menurutnya masih sangat minim.
Padahal idealnya menurut dia selalu diremajakan setiap 6 tahun. Selain itu menurut dia semestinya Pemkot Bogor memiliki cadangan armada.
"Karena saya kan cuma 8 bulan. Maka secara jangka pendek akan kami galakkan apa yg sudah ada seperti mendorong TPS 3R, perluasan sistem bank sampah, dan mencari anggaran untuk RDF," terang dia.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga