RADAR BOGOR - Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo Cisarua, menerima sebanyak 83 persen pasien BPJS.
Dari total ketersediaan tempat tidur sebanyak 159 unit, hanya 3 persen pasien umum yang terlayani di Rumah Sakit Paru yang berada di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor itu.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo, Ida Bagus Sila Wiweka dalam Forum Komunikasi Publik tahun 2024 di Cisarua, Kamis (13/6/2024).
"Kalau tempat tidur kami mengikuti penerapan kelas rawat inap standar (KRIS) BPJS Kesehatan yang baru, dari total 159 tempat tidur, 60 persen untuk KRIS," ungkapnya.
Untuk jumlah hunian pasien non BPJS seperti asuransi swasta, jamkesda dan lainnya, rumah sakit tersebut rata-rata hanya melayani sebanyak 10 hingga 15 persen.
Jumlah itu termasuk pasien WNA yang memiliki jaminan International Organization for Migration (IOM), mitra operasional UNHCR.
"Hunian lebih dominan sekitar 80 hingga 83 persen dari pasien BPJS, sedangkan pasien umum sekitar 1 hingga 3 persen," jelas Ida Bagus Sila Wiweka.
Namun demikian, pihaknya harus memisahkan kamar bagi pasien infeksius dan non infeksius. Sehingga butuh waktu bagi pihaknya untuk mengatur serta merelokasi pasien yang telah dirawat.
Meski begitu, pihaknya memastikan akan melayani semua pasien yang datang ke Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo, Cisarua.
"Kemudian kami juga memisahkan laki-laki dan perempuan, maka solusinya kami tetap rawat, sambil menunggu kami persilahkan di ruang intermediate IGD," tandasnya.(cok)
Editor : Yosep Awaludin