Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Edukasi Pemilihan Sampah dari Siswa SMP Sekolah Alam Bogor, Bantu Pemerintah Tularkan Kultur Pilah Sampah

Reka Faturachman • Sabtu, 15 Juni 2024 | 13:53 WIB
Edukasi pilah sampah di SDN Cimahpar 2 Kota Bogor.
Edukasi pilah sampah di SDN Cimahpar 2 Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Meski masih duduk di bangku kelas 3 SMP, kepedulian Galuh Aisha dan 4 rekannya perlu diacungi jempol. Mereka menularkan kultur pilah sampah pada generasi muda lain di bawahnya.

Sejumlah kampung dan sekolah dikunjungi supaya kebiasaan pemilahan sampah bisa semakin menyebar di masyarakat.

Ya, persoalan sampah di Kota Bogor tengah menjadi sorotan dalam sebulan terakhir. Mulai dari polemik aksi demonstrasi mogok kerja yang dilakukan sopir truk sampah. Hingga terkini, melubernya sampah di TPS Pasar Merdeka.

Kota Bogor sendiri setiap harinya mengirim sekira 650-700 ton sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga. Sampah-sampah dari berbagai sumber ini diangkut dengan skema 130 reet.

Banyaknya beban sampah tersebut lantaran belum maksimalnya proses pemilahan sampah di hulu. Sehingga seluruh jenis sampah berkumpul dan dibuang ke TPA tanpa ada proses pengelolaan terlebih dahulu.

Kondisi ini pun mendorong Galuh Aisha, Syaza Pavarty, Priyarsya Rahhaxel, Nadya Fayza Aulia, dan Ahmad Revan Maulana untuk turun ke masyarakat dan membumikan kebiasaan pilah sampah.

Para siswa SM Sekolah Alam Bogor yang tergabung dalam Proyek Edutera ini mengedukasi tata cara pemilahan sampah yang baik di Kampung Petir, Kampung Keramat, dan SDN Cimahpar 2 di Kecamatan Bogor Utara.

Salah satu anggota Edutera Galuh menerangkan kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkan awarness (kepedulian) warga terutama generasi muda untuk mulai memilah sampah.

"Pilah sampah itu bertujuan untuk memudahkan proses pengolahan sampah di tahap selanjutnya. Selama ini belum banyak yang tau urgensinya sehingga masih tercampur-campur dan terbuang begitu saja menjadi beban di TPA," jelas dia.

Dengan adanya pemilahan sampah yang masih memiliki nilai akan dikelola dengan cara yang lain. Manfaatnya yakni memberikan nilai ekonomis serta mengurangi beban sampah yang dibuang ke TPA.

Galuh mengatakan sasaran edukasi yang mereka lakukan itu yakni anak-anak usia sekolah. Dirinya berharap kebiasaan pilah sampah ke depan akan menjadi kultur pada diri para pelajar sehingga mereka dapat terbiasa mengelola sampah dengan semestinya.

"Kami ingin mereka juga bisa menularkan kebiasaan itu di lingkungannya. Pada orang tua maupun temannya. Upaya ini kami lakukan lewat simulasi dan game-game sehingga dapat lebih dirasakan oleh para peserta," terabg Galuh.

Proyek Edutera yang diikut sertakan dalam seleksi ajang Caretakers of the Environment International (CEI). Galuh dan rekan timnya menjadi salah satu kelompok yang akan mewakili Indonesia di ajang CEI tahun ini di Swedia pada akhir Juni 2024 nanti.

Di sana mereka akan tampil, mempresentasikan Edutera di hadapan ratusan delegasi dari belasan negara berbeda. Sehingga kampanye pilah sampah yang mereka bawa akan didengar secara luas di dunia.

Revan dan kawan-kawan juga akan unjuk gigi mempertontonkan budaya Indonesia di depan khalayak ramai. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #sekolah alam #sampah