RADAR BOGOR - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia atau ICMI Orda Kota Bogor menjalin Kesepahaman Bersama dengan Universitas Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA).
Kesepahaman ICMI dan UIKA dalam pengembangan program kerja sama yang akan dilaksanakan kedua pihak tersebut, khususnya dalam melahirkan para cendekiawan.
Kerja sama ini diawali dengan silaturahmi yang dilakukan pengurus ICMI Orda Kota Bogor ke Kampus UIKA Bogor pada Kamis (13/6/2024) lalu.
Ketua ICMI Orda Kota Bogor, DR. KH. Arief Rahman Badrudin mengatakan, dalam menyelesaikan berbagai permasalahan pendidikan, perlunya sinergitas antar insan pendidikan itu sendiri.
"Bagaimana kami ingin Bogor menjadi Kota Pendidikan, dengan fokus meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT)," ujarnya.
Berkaca pada Kota Yogyakarta, Arief menjelaskan, sebanyak 75 persen masyarakatnya berpendidikan tinggi. Sementara APK PT di Kabupaten Bogor hanya sebesar 23 persen, lebih kecil dari Kota Bogor.
Untuk itu, kehadiran UIKA di Bogor sebagai kampus dengan peringkat Science and Technology Index (SINTA) ke-52 se-nasional diharapkan dapat menjawab persoalan tersebut.
Hal ini disambut baik oleh Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin beserta jajaran. Di tahun 2024 ini, kampus tersebut mendapat kuota sebanyak 500 mahasiwa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).
UIKA berharap, ICMI bisa memberi masukan dan saran terkait proses seleksi calon mahasiswa penerima KIP.
Mahasiswa yang dipilih dalam program tersebut merupakan mahasiswa jalur prestasi. Namun diprioritaskan bagi mahasiswa dengan kategori masyarakat kurang mampu.
"Nantinya, mahasiswa yang terpilih akan dibimbing, dikaderisasi untuk menjadi cendekiawan, sesuai dengan tujuan UIKA Bogor untuk memperbanyak cendekiawan," pungkasnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin