RADAR BOGOR - Lansia asal Bogor, usianya 60 tahun, rela perbaiki jalan rusak di Leuwiliang dengan jeri payahnya sendiri.
Lansia asal Bogor itu bernama Tedi, yang tiap harinya menambal jalan rusak dengan semen.
Semen itu, merupakan hasil pemberian orang tiap melewati jalan rusak yang diperbaiki lansia asal Bogor ini.
Tedi merupakan warga Cianten, Kecamatan Leuliwiang, Kabupaten Bogor.
Tiap hari setelah subuh, dia selalu sudah jalan ke lokasi jalan rusak, di perbatasan Bogor-Sukabumi.
Memperbaiki jalan sudah menjadi aktivitas Tedi sejak lama.
Ia lupa kapan tepat memulainya.
Yang jelas, setiap hari dirinya ke sana. Ke pinggir jalan, memperbaiki jalan yang rusak.
"Puluhan tahun," ujarnya.
Jarak antara rumah dan jalan yang ia perbaikan setiap hari, itu sekitar 1,5 kilometer.
Terkadang, ia berangkat mengunakan sepeda motor.
Kadang juga berjalan kaki.
Ia baru pulang sore hari.
Nazarudin, tetangga Tedi sering menjumpai Tedi di masjid.
Lansia yang terlihat bugar diusia senjanya itu rajin solat berjamaah.
Nazarudin menuturkan, Tedi merupakan ketua RW di wilayahnya.
Di RW 08, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Ia menceritakan Tedi hampir tak pernah libur untuk memperbaiki jalan.
Jika tidak ada di lokasi, berarti sedang ada rapat di kantor desa.
"Kalau gak ada lagi ada rapat di desa biasanya," ujarnya.
Sosok Tedi ini juga dikenal hingga kampung sebelah.
Evant wachyudi (24) salah satunya. Warga RT 04/10, Desa Purasari, Kecamatan Leuliwiang, Kabupaten Bogor itu mengenal sosok Tedi.
"Kenal, memang dari dulu beliau ini memperbaiki jalan rusak di sana," katanya kepada Radar Bogor.
Tedi bukan seperti "pak ogah" lainya.
Dia lebih sibuk memperbaiki jalan ketimbang meminta-minta.
Maka dari itu tak ada sopir yang merasa dimintai uang.
"Perbaiki jalan, ada yang kasih, uangnya itu sebagian dikumpulkan, dibelikan semen juga pasir sama beliau ini," tuturnya.
Ia mengatakan, kondisi jalan di sana sudah lama rusak.
Ia berharap dengan viralnya Tedi, pemerintah Kabupaten Bogor tergerak untuk turut memperbaiki jalan di sana.
"Kami harap begitu, pemerintah memperhatikan kami yang di pelosok. Terutama infrastruktur jalan," tukasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga