RADAR BOGOR, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, dinilai tidak matang dalam merencanakan pembangunan Taman Simpang Ciawi.
Demikian penilaian Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Ciawi Peduli (Formacip), Ujang Khamun.
Ujang melihat kondisi Taman Simpang Ciawi yang menghabiskan APBD Kabupaten Bogor Rp 301 juta tersebut tidak sesuai harapan.
"Akhirnya terkesan DPKPP melalui bidangnya hanya membuang-buang anggaran. Sementara Taman Simpang Ciawi itu tidak bisa dinikmati masyarakat sekitar," ucapnya kepada Radar Bogor, Kamis (20/6/2024).
Uka sapaannya, juga menyayangkan tidak adanya sinkronisasi antara Pemkab Bogor dengan Ditjen Bina Marga Kemen-PUPR.
Pasalnya, taman tersebut dibangun menggunakan APBD Kabupaten Bogor, namun berada di atas lahan milik Kemen-PUPR.
"Seharusnya dari awal DPKPP sudah berkoordinasi dan meminta izin, sehingga pada akhirnya taman itu tidak ditutup Bina Marga," tegas Uka.
Sementara itu, Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Teuku Mulya mengakui sempat adanya miss komunikasi antara pihaknya dengan Kemen-PUPR terkait kepemilikan lahan di Taman Simpang Ciawi tersebut.
Namun dalam proses pembangunan taman tersebut, pihaknya tidak sembarangan dengan menempuh semua mekanisme yang ada.
"Termasuk penataan Kali Baru. Karena kewenangannya balai jalan nasional, kita harus bersurat dulu, prosesnya panjang, termasuk menebang pohon di atas Kali Baru. Memang ini masalah kewenangan akhirnya," jelasnya.
"Sama dengan Taman Simpang Ciawi, waktu itu, kita tata ulang, kemudian hasil pembangunannya tahun 2023 itu kita serahkan ke PUPR, sekarang mereka yang menggawanginya," sambung Teuku Mulya.
Namun demikian, pihaknya akan mencoba berkomunikasi dengan KemenPUPR terkait pemanfaatan taman tersebut. Dia juga menyayangkan taman tersebut pada akhirnya ditutup setelah dibangun dengan APBD Kabupaten Bogor senilai Rp 301 juta.
"Ini kan jadi problem di masyarakat, mereka melihat taman itu jadi kacau dan sebagainya, dan menyalahkan pemerintah daerah. Padahal itu aset KemenPUPR," tukasnya.(cok)
Editor : Alpin.