RADAR BOGOR - Kokom Komariah, warga asal Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, menceritakan kronologi anaknya, Amal Marup yang hilang sambil meneteskan air mata.
Cerita hilangnya kabar dari anaknya itu disampaikan, Kokom Komariah saat ditemui Radar Bogor di Polres Bogor.
Ibu berusia 53 tahun itu menjelaskan bahwa dirinya kehilangan kabar dari Amal sudah hampir satu bulan lebih, tepatnya sejak Rabu (8/5) hingga saat ini.
Kokom Komariah bercerita awalnya pada hari Senin (22/4) sang anak masih masuk sekolah untuk melengkapi nilai, karena ada satu pelajaran yang nilainya masih kurang.
"Hari Senin dia masih sekolah, kan masih ada perbaikan nilai. Nilai Bahasa Inggrisnya masih kurang," kata Kokom Komariah, Jumat (21/6).
Pada hari Selasa (23/4), kata Kokom, Amal pergi meninggalkan rumah, namun ia mengira anaknya pergi ke sekolah.
"Pada Selasa saya kira dia sekolah, ternyata tidak, saat itu masih tidak tahu dia pergi ke mana," sambungnya
Lebih lanjut lagi ibu tujuh anak ini menceritakan kalau malam sebelum Amal pergi, ternyata anaknya berkomunikasi dengan pria yang dikenalnya melalui facebook.
Melalui isi pesan yang ditemukannya itu Kokom Komariah menjelaskan kalau buah hatinya itu ditawari untuk bekerja dengan diimingi gaji yang besar.
"Amal tergiur dengan tawaran kerja yang gajinya besar, karena dia kasian sama saya," ungkap Kokom Komariah pada Radar Bogor.
Keeskoan harinya Kokom ke kamar Amal dan menemukan surat yang isinya permintaan izin sang anak untuk bekerja, dan melalui isi surat itu kokom menjelaskan kalau anakya berjanji akan pulang dalam kurun waktu 3 bulan 10 hari.
Tepat pada (25/4), Amal memberikan kabar melalui telpon dan memberi kabar kalau ia
sudah di kapal yang sudah siap untuk berangkat.
Kemudian sambil meneteskan air mata, Kokom Komariah menjelaskan, sebelum anaknya hilang kabar, Amal sempat menelpon dan memberi kabar kalau dia berada di Karawang.
Di waktu yang bersamaan, Kokom Komariah bercerita kalau Amal mengirimkan Voice Note yang berisi tentang permintaan pulang dan minta dijemput.
"Pas dia minta pulang itu ga lewat telpon, tapi lewat Voice Note," kata Kokom Komariah sambil menetesin air mata.
Menurut cerita Kokom Komariah, selang beberapa hari, pria yang dikenal Amal melalui facebook menelponnya dengan janji akan memulangkan Amal dari kapal.
Namun, kata Kokom Komariah, pria itu justru malah meminta uang dengan dalih perlu dana yang besar untuk memulangkan anaknya, karena perlu sewa kapal, dan bayar ganti rugi telah melanggar kontrak.
"Saya cari pinjaman ke tetangga, alhamdulillah saya dapet dengan jaminan sertifikat rumah saya," ungkap Kokom Komariah.
"Sekarang saya sudah habis Rp6 juta untuk proses perpulangan Amal, namun sampai saat ini saya malah kehilangan kontak anak saya," lanjutnya.
Sambil menangis dan menadahkan tangan, Kokom Komariah meminta kepada semua orang bagi yang bertemu dengan anaknya segera bawa pulang.
"Sekarang saya mohon kepada semua orang untuk bantu temukan anak saya, saya ingin meluk Amal, saya kangen, kembalikan anak saya baik itu yang lagi di darat ataupun di lautan," pungkas Kokom Komariah. (Cr1).
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim