RADAR BOGOR - Politeknik Pembangunan Pertanian atau Polbangtan Bogor merayakan Dies Natalis Ke-6. Perayaan ini digelar lewat Sidang Senat Terbuka di Aula Polbangtan, Selasa (25/6/2024).
Plh Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto mengatakan sidang senat ini merupakan pembuka dari rangkaian dies natalis.
Nantinya akan diadakan lomba karya ilmiah, seminar nasional dan internasional, dan forum ilmiah yang berlangsung hingga Agustus mendatang.
"Ini dilakukan tepat pada tanggal 25 Juni yang merupakan kelahiran Polbangtan sejak 2018 silam. Dan digelar serentak diikuti secara online juga oleh Polbangtan di wilayah lain," katanya.
Ia menjelaskan, Polbangtan hingga saat ini telah menorehkan banyak prestasi di antaranya Polbangtan Bogor memiliki Guru Besar bidang Pendidikan satu-satunya di Kementerian Pertanian. Serta sejumlah capaian akademik maupun non akademik lainnya.
"Harapannya ini menjadi tonggak agar kami terus menciptakan pendidikan yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang berkontribusi kemajuan pertanian Indonesia," jelasnya.
Ia menambahkan, Polbangtan juga saat ini tak hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja. Namun juga berusaha agar lululsan bisa menjadi wirausaha pertanian sehingga mampu membuka lapangan kerja untuk masyarakat.
"Kami mendorong agar lulusan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman seperti penggunaan teknologi sehingga mereka bisa menjadi wirausaha baru memanfaatkan teknologi tersebut," ungkapnya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti menerangkan sedari awal dibentuknya Polbangtan ini telah didik menjadi penyuluh pertanian dan petani modern yang profesional dan mumpuni.
Ini yang membedakan mereka dengan jurusan pertanian kampus umum yang berorientasi menjadi akademia atau saintifik.
"Kita tujuannya adala harus langsung menjadi pekerja maupun wirausaha muda pertanian atau petani pelopor tersebut. Hal ini yang membuat mereka akan berdampak secara langsung untuk pertanian Indonesia," ungkapnya.
Selain itu, Ida memastikan lulusan Polbangtan dibekalk pengetahuan yang cukup kuat dan sertifikasi kompetensi. Sehingga menjadi kompeten sebagai penyuluh pertanian maupun bidang pertanian lainnya.
"Apa yang sudah kita berikan, pembekalan, kemudian sertifikasi kompetensi, itu membuat setelah lulus bisa langsung bekerja. Baik di sektor pertanian di sisi manapun sesuai dengan kompetensi mereka," bebernya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin