RADAR BOGOR, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PMD) Kota Bogor, angkat suara terkait tingginya pemain game online terlarang di Kota Bogor.
Ketua Muhammadiyah Kota Bogor, Maizar Madsuri mengaku kondisi ini sangat memprihatinkan.
"Game online terlarang sesuatu yang sangat tidak baik namun ternyata warga kota Bogor banyak yang terjebak," katanya kepada Radar Bogor.
Dia meminta harus ada tindakan tegas dari pemerintah dan stakeholder terkait untuk mengurangi hal tersebut.
Pemerintah harus membuat satgas khusus agar mengatasi kasus game online terlarang tersebut.
"Ini sudah sangat meresahkan, padahal secara agama Islam, judi mau online atau tidak tetap haram sehingga harus dijauhi," ungkapnya.
Menurutnya, banyaknya pemain judol ini disebabkan karena kondisi ekonomi. Diantaranya PHK dan lapangan kerja yang sedikit sehingga banyak yang memilih jalan pintas.
"Masyarakat yang ingin jalan pintas untuk mencari uang ini pun tergiur dengan teknologi yang semakin mudah termasuk Judol. Mereka berharap dengan bermain judol bisa mendapatkan penghasilan secara cepat," bebernya.
Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat menjauhi judol ini. Sebab selain dilarang oleh agama, judol ini hanya merugikan tidak membuat kaya.
"Kami sendiri dari Muhammadiyah sedang merancang program untuk membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan. Saat Ini sedang dirancang untuk bisa diterapkan nantinya," terangnya. (rp1)
Editor : Alpin.