RADAR BOGOR - Upaya serius mengatasi banjir lintasan dilakukan warga RW 12 Kelurahan Cilendek Timur.
Secara serempak, mereka menggelar kerja bakti di 4 RT se-Kelurahan Cilendek Timur sekaligus pada Sabtu (29/6/2024).
Tak hanya diikuti puluhan warga Cilendek Timur, kegiatan ini juga melibatkan Dinas PUPR dan Pemadam Kebakaran.
Ya, persoalan banjir lintasan yang kerap melanda Cluster Bambu Apus RW 12 Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat membuat warga setempat jengah.
Pasalnya, banjir itu terjadi lantaran banyaknya sampah kiriman dari wilayah lain yang kemudian menyumbat aliran drainase.
Setelah berembuk beberapa kali warga akhirnya sepakat untuk menggelar kerja bakti serempak yang dilakukan pada Sabtu (29/6/2024).
Ketua RW 12, Budhi Dharma menjelaskan, kegiatan kerja bakti serempak ini ditargetkan dapat menuntaskan persoalan sumbatan drainase dan banjir lintasan.
"Maka dari itu pada pagi ini kami menyasar saluran-saluran drainase yang ada di sekitar wilayah ini. Kami coba angkut sampah-sampah yang menumpuk supaya aliran air kembali lancar," ujarnya.
Tak hanya diikuti puluhan warga, kerja bakti serempak ini juga melibatkan jajaran Kelurahan Cilendek Timur, Dinas Pekerjaan Umum, dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Pemadam Kebakaran.
"Harapannya saluran yang sulit dijangkau bisa teratasi juga. Baik itu dengan disemprot maupun dikeruk. Karena saluran di sini juga sudah cukup lama dikhawatirkan terjadi sedimentasi," terang Budhi.
Ia berharap ke depan ada solusi yang diberikan oleh pihak terkait agar wilayahnya tidak lagi menjadi tempat kiriman sampah dan lokasi rawan banjir lintasan.
Selain itu kerja bakti serempak ini juga disebut Budhi menjadi pemicu semangat warga untuk lebih menjaga kebersihan.
Sebab ke depan, wilayah ini akan mengikuti lomba kebersihan terbesar di Kota Bogor yakni Bogorku Bersih.
Terdapat 2 RT di wilayah itu yang akan mengikuti ajang ini. Mereka akan bersaing di kategori Permukiman Teratur.
Lurah Cilendek Timur, Dedy Rusmana mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap inisiatif yang dilakukan warganya bisa membuat lingkungan mereka bersih dan tidak lagi jadi langganan banjir.
"Kami harap kegiatan ini bisa diselenggarakan secara rutin. Dijadwalkan 1-2 bulan sekali. Supaya tidak samapi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya. (fat)
Editor : Yosep Awaludin