RADAR BOGOR, Penulis muda asal Kota Bogor, Tesar Dwi Saputra merilis buku terbarunya pada Forum Bogor Book Party.
Buku berjudul Tidak Perlu Memaksakan Diri ini dirilis di Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Minggu (30/6/2024).
Tesar menceritakan buku ini terkait pengalaman saat capek dan lelah dengan rutinitas pekerjaan. Dia mengajak pembicara untuk tidak memaksakan diri untuk mewujudkan sesuatu.
"Jangan paksa diri untuk penuhi ekspektasi orang lain. Kita juga harus menyenangkan diri sendiri," paparnya.
"Saya pernah punya sifat ambisius tapi malah merugikan diri sendiri dengan terserang berbagai penyakit," tambahnya.
Guru salah satu sekolah dasar (SD) di Kota Bogor ini membutuhkan waktu selama 1 tahun dan sejumlah riset untuk menyelesaikan bukunya.
Bertema pengembangan diri sejumlah teori soal kebutuhan manusia juga dia masukkan dalam buku ini.
"Ada teori yang mendasari untuk menulis ini yaitu teori kebutuhan dari Maslow. Tentang bagaimana cara memenuhi kebutuhan diri sendiri," bebernya.
Buku terbitan Yrama Widya ini juga memberikan resep-resep untuk mengatasi jenuh dengan pekerjaan.
Setiap manusia memiliki kadar kapasitas sehingga saat sudah sampai batas maka perlu merefresh kembali pikiran agar lebih kuat.
"Healing diperlukan untuk manusia agar pikiran yang jenuh dan capek bisa lebih segar lagi. Harapannya bisa diterima di semua kalangan khususnya remaja gen z yang bisa menemani dikala kalian sedih, galau, dan suntuk," jelasnya.
Perwakilan Bogor Book Party, Dito mengatakan ini adalah wadah untuk para penulis lokal.
Mereka berharap buku ini bisa menjadi wawasan dan pengetahuan baru bagi pembaca.
"Semoga ini terus bermanfaat positif bagi pembaca, bangsa, dan Kota Bogor khususnya," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus)Kota Bogor Rudiyana menyampaikan apresiasinya terhadap rilis buku ini.
Dia menilai buku motivasi seperti ini penting untuk membantu menghilangkan stres khususnya untuk anak muda.
"Setiap orang punya waktu dan usaha masing-masing sehingga diperlukan untuk jeda sejenak," ujarnya.
Ia juga mengaku sering meluangkan waktu untuk healing atau berlibur menghilangkan stres.
Menurutnya kerja tak seperlunya dan niatkan sebagai ibadah. "Saya sering healing dengan keluarga atau nonton film untuk menghilangkan stres dan penat," ungkapnya. (rp1)
Editor : Alpin.